PT IP Semarang PGU Gandeng IZI Jateng Berdayakan Masyarakat Difabel Melalui Pengembangan Ekonomi

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:25 WIB
PT. Indonesia Power (IP) Semarang PGU melalui kegiatan CSR bersinergi dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jateng melaksanakan program pemberdayaan masyarakat untuk difabel. (suaramerdeka.com/dokumentasi IZI Jateng)
PT. Indonesia Power (IP) Semarang PGU melalui kegiatan CSR bersinergi dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jateng melaksanakan program pemberdayaan masyarakat untuk difabel. (suaramerdeka.com/dokumentasi IZI Jateng)

SEMARANG, suaramerdeka.com - PT. Indonesia Power (IP) Semarang PGU melalui kegiatan CSR bersinergi dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jateng melaksanakan program pemberdayaan masyarakat untuk difabel.

Amu comdev PT IP Semarang PGU, Retno Wulandari mengatakan program CSR Indonesia Power ini memang untuk pemberdayaan masyarakat selama 5 tahun ke depan.

CSR kali ini menyasar pada 3 titik yaitu pada komunitas difabel mandiri yang berada di Genuk Semarang.

Baca Juga: Pemkot Pekalongan dan KONI Apresiasi Atlet PON

Lalu di Tambak Rejo membantu dalam pengembangan ekonomi masyarakat yang memiliki keterampilan jahit, dengan bentuk bantuan alat jahit.

Dan di Kelurahan Tanjungmas dengan memberikan modal usaha untuk kegiatan daur ulang limbah sampah yang diolah menjadi kreasi tanaman.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyelaraskan program CSR dari Indonesia Power dengan sustainable development goals, dimana salah satu poinnya adalah tidak adanya ketimpangan atau adanya kesetaraan di sini," kata Retno, Selasa, 19 Oktober 2021.

Baca Juga: Playoff MPL ID Season 8 Tinggal Beberapa Jam Lagi

Retno berharap bantuan yang diberikan oleh PT IP Semarang PGU dapat membantu perekonomian warga, terutama warga difabel agar bisa mandiri secara ekonomi, dan lebih berdaya di tengah keterbatasan.

Kepala IZI Jateng, Djoko Adhi Saputro menambahkan program ini memang fokus kepada pemberdayaan tidak hanya memberikan materi sehingga mereka bisa mandiri.

"Mudah-mudahan program ini bisa jadi program untuk mengembangkan komunitas difabel di Kota Semarang, khususnya di wilayah Semarang Utara," ujarnya.

Baca Juga: Peziarah Makam Sapuro Pekalongan Diminta Tetap Patuhi Prokes

Rini, salah satu warga Tambakrejo RT.03/ RW.16 Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara menyatakan sangat senang dengan adanya bantuan pemberdayaan ini.

Rini berharap bantuan ini bisa membawa kesuksesan dan mengembangkan usaha serta membuat sesuatu yang bermanfaat.

"Saya diberi bantuan berupa mesin jahit. Saya mau buat usaha buka rumah jahit," ucapnya.

Halaman:
1
2

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X