Terungkap Kendala UMKM Santri, Wapres Sebut Ini

- Jumat, 23 Oktober 2020 | 12:00 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengingatkan salah satu tugas pesantren adalah menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dengan mendukung kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) santri. Upaya itu bisa dilakukan melalui digitalisasi peran pesantren dalam memperluas capaian UMKM santri.

“Peran pesantren, khususnya yang menyangkut dakwah dan pemberdayaan masyarakat harus memperoleh dukungan-dukungan, terutama melalui dukungan digital,” tutur Wapres saat menerima Direktur Utama Kedaulatan Santri (Kesan) Hamdan Hamedan via konferensi video, di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2 Jakarta, Rabu (21/10).

Ma’ruf menegaskan, saat pandemi Covid-19, digitalisasi menjadi semakin penting karena melalui aplikasi/platform, pesantren dapat memasarkan produk atau berdakwah ke masyarakat luas tanpa harus melakukan tatap muka. “Saya kira kalau ini tidak dibantu dengan apliakasi melalui dakwah digital, ini saya kira akan menjadi terhambat atau tersumbat. Oleh karena itu, digitalisasi peran pesantren itu menjadi sangat penting,” kata Wapres.

Wapres memaparkan kendala pengembangan UMKM pesantren di lapangan, setelah melakukan peninjauan di beberapa pesantren. Salah satu kendala adalah pemasaran dalam menjual produk-produk UMKM pesantren.Dengan aplikasi untuk memudahkan dan memperluas pemasaran produk tersebut.

“Ternyata di pesantren itu banyak yang punya produk-produk. Sudah digerakkan dengan gerakan OPOP (one pesantren one product). Saya sudah resmikan di Jawa Timur, di Tambak Beras. Ternyata itu juga berbagai kegiatan dihasilkan di pondok pesantren dan tentu ada kendala terhadap pemasaran market-nya,” kata Wapres.

Baca juga: Kemudahan Perizinan UMKM dalam UU Cipta Kerja Sebaiknya Mencakup Perizinan Online

Wapres berharapkan Kesan bisa membimbing mereka dan bisa menjadi e-commerce (perdagangan elektronik) yang bisa bekerja sama dengan pesantren dan di luar pesantren. ‘’Bisa memasarkan ke luar pesantren. Dan produk-produk masyarakat yang dibina oleh pesantren,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Kesan, Hamdan Hameda melaporkan perkembangan market place halal dan  aplikasi KESAN mendapatkan sambutan baik dari masyarakat. “Kami menciptakan sistem agar seseorang dapat bertranskaksi dengan mudah hanya dengan menggunakan handphone, memasarkan produknya online secara gratis tanpa iklan,” kata Hamdan.

Hamdan menyebut ada peningkatan pendaftaran terutama dari UMKM santri mencapai 3.000 dan diprediksi sampai akhir tahun akan mencapai 7.000 produk dan jasa santri. Ke depan pihaknya akan menjalin mitra strategis dengan mengajukan proposal dengan instansi pemerintah/BUMN sebagai mitra strategis untuk pengembangan aplikasi Kesan, supaya lebih banyak UMKM yang bergabung dan terfasilitasi secara pembayaran.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X