Emas Naik Sedikit Lebih Tinggi Sekaligus Pangkas Keuntungan

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 07:15 WIB
ilustrasi emas (pixabay)
ilustrasi emas (pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Setelah naik lebih dari satu persen di awal perdagangan, emas berakhir sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan, Selasa (Rabu pagi WIB) sekaligus memangkas keuntungan.

Daya tarik emas, yang juga safe-haven logam mulia itu mendapat pukulan dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan laporan laba yang optimis dari perusahaan-perusahaan Amerika.

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, terangkat 4,8 dolar AS atau 0,27 persen menjadi ditutup pada 1.770,50 dolar AS per ounce.

Di awal sesi, emas sempat melonjak sekitar 1,20 persen karena dolar yang lebih lemah membuat logam mulia lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Baca Juga: Festival HAM 2021, Hendi Tegaskan Kesiapan Pemkot Semarang Jadi Tuan Rumah

Awal pekan ini, emas berjangka jatuh 2,6 dolar AS atau 0,15 persen menjadi 1.765,70 dolar AS, setelah anjlok 29,6 dolar AS atau 1,65 persen menjadi 1.768,30 dolar AS pada Jumat pekan lalu.

"Tidak banyak keyakinan pada emas saat ini. Kami tidak tahu persis apakah kami akan melihat perubahan besar dari Federal Reserve. Anda melihat laba (perusahaan-perusahaan), sebagian besar, mengesankan, dan itu menjadi pendorong utama untuk menjaga selera risiko tetap kuat," kata Edward Moya, analis pasar senior di pialang OANDA.

Mengurangi daya tarik emas, yang tidak memberikan imbal hasil, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan menapai level tertinggi sejak awal Juni di 1,6302 persen.

Emas menemukan dukungan tambahan ketika Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Selasa 19 Oktober bahwa pembangunan rumah AS turun 1,6 persen pada September karena pengembang terus tersandung oleh hambatan rantai pasokan.

Baca Juga: Kaum Muda Aktif Bantu Vaksinasi, Warga Pulutan Antusias Ikuti Kegiatan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X