Produksi Pabrik AS Catat Penurunan Terbesar, Dolar Melemah pada Akhir Perdagangan

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:24 WIB
Dolar AS. (Forbes)
Dolar AS. (Forbes)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Setelah data menunjukkan produksi di pabrik-pabrik AS mencatat penurunan terbesar dalam tujuh bulan pada September membuat dolar sedikit melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB),

Pelemahan dolar ini sedikit menghapus kenaikan sebelumnya di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin lebih dekat untuk menaikkan suku bunga daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Penyusutan juga ditunjukkan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya sebesar 0,02 persen menjadi 93,95, usai sebelumnya mencapai 94,17 karena imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat.

Produksi manufaktur AS terpukul karena kekurangan semikonduktor global yang berkelanjutan menekan produksi kendaraan bermotor, memberikan bukti lebih lanjut bahwa kendala pasokan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Presiden Temui Wakil Presiden Uni Eropa, Sampaikan Komitmen Kuat Atasi Perubahan Iklim

Gangguan pasokan menambah kekhawatiran tentang inflasi yang tinggi dan menambah ekspektasi bahwa bank sentral AS perlu bertindak untuk mengatasi kenaikan harga.

Setelah data menunjukkan Selandia Baru menghadapi tekanan harga tertinggi dalam satu dekade, dolar juga mengalami kenaikan.

Kiwi terakhir dikutip 0,7081 dolar AS, setelah sebelumnya naik ke tertinggi satu bulan di 0,7105 dolar AS.

Kemudian, Poundsterling sempat mencapai level tertinggi 20 bulan terhadap euro setelah Gubernur bank sentrak Inggris, Bank of England (BoE), Andrew Bailey mengirim sinyal baru bahwa bank sentral bersiap untuk menaikkan suku bunga karena risiko inflasi meningkat.

Baca Juga: MPR Berencana Lahirkan PPHN, Proses Penyusunan dan Penetapan Harus Inklusif

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X