Imbal Hasil Obligasi AS Naik, Harga Emas Kembali Melemah di Akhir Perdagangan

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:15 WIB
ilustrasi emas. (pixabay)
ilustrasi emas. (pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS membuat emas kembali melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), sekaligus mencatat kerugian hari kedua berturut-turut.

Daya tarik emas melemah karena kenaikan imbal hasil obligasi, meskipun sentimen penghindaran risiko di pasar keuangan yang lebih luas membatasi kerugian untuk logam.

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, jatuh 2,6 dolar AS atau 0,15 persen, menjadi ditutup pada 1.765,70 dolar AS per ounce.

Akhir pekan lalu, Jumat 15 Oktober 2021, emas berjangka juga anjlok 29,6 dolar AS atau 1,65 persen menjadi 1.768,30 dolar AS, setelah terdongkrak 3,2 dolar AS atau 0,18 persen menjadi 1.797,90 dolar AS pada Kamis.

Baca Juga: Rezeki Lancar, Ini Manfaat Luar Biasa Membaca Surat Al-Waqiah

"Jika imbal hasil terus meningkat, hambatan akan tetap signifikan untuk emas. Kecuali pasar mulai mempertimbangkan berita buruk bagi ekonomi dan pasar saham, yang mungkin menjadi langkah rasional berikutnya jika pembuat kebijakan bersikeras untuk melakukan pengetatan bahkan ketika pemulihan tetap lamban dan risiko penurunan signifikan," kata analis OANDA, Craig Erlam.

Sentimen di pasar keuangan yang lebih luas tetap lemah karena pertumbuhan ekonomi di China melambat, sementara lonjakan harga minyak yang tak henti-hentinya memicu kekhawatiran tentang peningkatan inflasi.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan naik karena investor meningkatkan taruhan kenaikan suku bunga, sementara indeks dolar tetap stabil.

Sampai sekarang, emas dipandang sebagai lindung nilai inflasi, emas juga bersaing dengan greenback untuk status safe-haven.

Baca Juga: Antisipasi Gelombang Ketiga, Menko Airlangga: Waspada Hadapi Event Nasional dan Libur Nataru

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X