Mudah Belanja via E-commerce, Tendensi Minat Masyarakat pada Merek Lokal Meninggi

- Senin, 18 Oktober 2021 | 06:15 WIB
Pembicara dalam virtual meeting 'MarkPlus Insight: Peran E-commerce dalam Mendukung Merek Lokal Selama Pandemi'. (suaramerdeka.com / dok)
Pembicara dalam virtual meeting 'MarkPlus Insight: Peran E-commerce dalam Mendukung Merek Lokal Selama Pandemi'. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tendensi kenaikan minat masyarakat terhadap merek lokal terus meninggi didukung dengan kemudahan berbelanja konsumen melalui kanal e-commerce.

Hal ini diungkap pada riset terbaru “MarkPlus Insight: Peran e-commerce dalam Mendukung Merek Lokal Selama Pandemi” secara virtual melalui Zoom, belum lama ini.

Acara ini dihadiri Staf Khusus Menteri Koperasi UKM Indonesia Tubagus Fiki Chikara Satari, Owner Dakara Indonesia Ayu Purnamasari, dan Head of High-Tech, Property and Consumer Goods MarkPlus, Inc sekaligus peneliti dalam riset ini, Rhesa Dwi Prabowo.

Survei melalui penelitian kualitatif dengan kuesioner terstruktur ini mengungkap terdapat peningkatan penjualan produk lokal di kanal online (e-commerce) secara signifikan.

Baca Juga: Ini Dia Tiga Cara Mengatasi Bibir Kering

Meski terdapat angka kenaikan yang fantastis, namun hanya 18 persen UMKM di Indonesia yang sudah beradaptasi dengan platform penjualan digital.

“Kecenderungan konsumen membeli produk lokal makin meninggi didorong beberapa faktor, di antaranya selama pandemi, pemasaran online menjadi fokus bagi para pelaku usaha produk lokal menggencarkan pemasaran dan mempromosikan produk di media sosial dan ecommerce, mengikuti berbagai program e-commerce, serta membuat berbagai konten yang menarik,” ungkap Rhesa terkait ketertarikan khalayak terhadap merek lokal.

Di tengah maraknya globalisasi, persaingan dagang merek lokal dengan merek global kian kompetitif.

Jadi, kemudahan bertransaksi digital saat ini juga menjadi pendorong mudahnya konsumen berbelanja tanpa melihat batasan ruang dan waktu.

Baca Juga: Manfaat Daun Pandan untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui

“Selain itu, pelaku usaha juga selalu berinovasi terhadap produknya dengan melakukan pembaharuan model, desain, variasi produk, serta mulai menjual produk yang dibutuhkan saat pandemi seperti masker. Pelaku usaha juga kerap membuat promo, menawarkan sample produk mereka kepada pembeli, bahkan garansi,” lanjut Rhesa.

Dari sudut pandang pihak pemerintah, dukungan yang dilakukan E-commerce untuk pengembangan produk lokal adalah melalui pelatihan dan pendampingan serta edukasi terhadap produk lokal.

Tubagus Fikri Chikara Satari, Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM mengungkap target pemerintah pada tahun 2040 yaitu 30 juta UKM akan onboarding untuk digitalisasi.

Hal ini kemudian ditindak lanjuti Kemenkop UKM dengan menggelar beragam program kemitraan dan pendampingan yang melibatkan universitas, asosiasi, online delivery platform, serta jejaring ritel termasuk e-commerce.

“Strategi kita mengkonsolidasi usaha mikro ini adalah dengan mendorong UKM dan juga industri usaha besar agar menjadi mitra, konsolidator, dan agregator,” ujar Fiki.

Peranan e-commerce dinilai penting sebagai penyedia kemudahan berbelanja bagi para konsumen saat ini.***

Halaman:
1
2

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X