Pemerintah Komitmen Dorong Ekspor Melalui Optimalisasi Berbagai Kebijakan

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 11:24 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (ekon.go.id)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (ekon.go.id)

JAKARTA,, suaramerdeka.com - Kinerja neraca perdagangan surplus yang impresif sejak Mei 2020 ditopang peningkatan ekspor Indonesia yang tetap terjaga pada September 2021.

Nilai ekspor Indonesia mencapai 20,60 miliar dolar AS, atau meningkat double digit sebesar 47,64 persen (yoy).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan surplus perdagangan yang terus terjaga terutama disebabkan karena kinerja komoditas ekspor andalan Indonesia yang terus meningkat di tengah tren peningkatan harga.

Khususnya, komoditas ekspor Batubara sebesar 254,44 persen (yoy) dan CPO sebesar 63,90 persen (mtm).

Baca Juga: Pelatihan Internetworking Perkuat Kapasitas SDM Polri di Bidang IT, Gandeng PT Telkom

“Selain disebabkan oleh mekanisme pasar, strategi kebijakan Pemerintah selama pandemi dalam menjaga pasokan ekspor kedua komoditas tersebut serta menjamin ketersediaan pasokan dalam negeri, menjadi kunci menjaga momentum ekspor di tengah kenaikan harga,” kata Menko Airlangga, Jumat, 15 Oktober 2021.

Sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan eksportir Batubara terbesar kedua di dunia dan merupakan eksportir terbesar pertama di dunia untuk komoditas minyak kelapa sawit.

Peranan penting Indonesia pada kedua komoditas tersebut tentu sangat menentukan pasokan dunia.

Di tengah permintaan yang tinggi, Pemerintah berhasil menyusun strategi kebijakan manajemen pasokan ekspor yang optimal namun tetap menjaga stabilitas stok domestik melalui penetapan Domestic Market Obligation (DMO) bagi produsen batubara sebesar 25 persen.

Baca Juga: Peningkatan Produktivitas Pangan: Perluasan Lahan Bukan Jaminan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB
X