Dolar Melemah pada Sekeranjang Mata Uang Setelah Naik Lima Minggu Beruntun

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:12 WIB
Dolar AS. (Forbes)
Dolar AS. (Forbes)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Setelah naik lima minggu beruntun, dolar melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).

Penurunan dolar ini menyusul pulihnya sentimen risiko global pulih, yang membantu mengurangi permintaan untuk mata uang safe-haven.

Untuk indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang rivalnya, awalnya menguat setelah data penjualan ritel, tetapi kemudian cenderung lebih rendah dan terakhir turun 0,106 persen pada 93,941.

Untuk minggu ini, Greenback menurun 0,19 persen untuk minggu ini, setelah terapresiasi selama lima minggu sebelumnya, dan mencapai tertinggi satu tahun di 94,563 pada Selasa 12 Oktober 2021.

Baca Juga: Penanganan Kasus Covid-19 Usai PON XX Papua, Mekanisme Komprehensif Diterapkan Pemerintah

Sementara, Pasar saham global telah reli menyusul kekhawatiran tentang ekonomi yang stagflasi telah mereda oleh perolehan laba perusahaan-perusahaan yang melampaui perkiraan di Amerika Serikat.

Data penjualan ritel AS yang kuat secara tak terduga untuk September juga mendorong sentimen.

Penjualan ritel naik 0,7 persen bulan lalu, dibandingkan ekspektasi penurunan 0,2 persen, sebagian dibantu oleh harga-harga yang lebih tinggi.

"Selera risiko di sini tetap sangat, sangat kuat untuk saat ini. Itu membantu mata uang beta tinggi seperti pound, euro dan Aussie, hanya karena pasar merasa jauh lebih positif," kata Boris Schlossberg, direktur pelaksana strategi valas di BK Asset Management.

Baca Juga: Umrah Segera Dibuka, Ini Besaran Biaya yang Ditetapkan Kementerian Agama

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X