Perkiraan Defisit Pasokan Membuat Harga Minyak Melonjak, Sentuh Level Tertinggi 3 Tahun

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 09:48 WIB
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Perkiraan defisit pasokan dalam beberapa bulan ke depan mendorong harga minyak menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), menyentuh level tertinggi tiga tahun di atas 85 dolar AS per barel.

Perkiraan defisit pasokan minyak didorong pelonggaran pembatasan perjalanan terkait virus Covid-19 sehingga memicu permintaan.

Untuk harga minyak mentah berjangka Brent bertambah 86 sen atau 1,0 persen menjadi ditutup di 84,86 dolar AS per barel.

Harga bulan depan, yang menyentuh level tertinggi sejak Oktober 2018 di 85,10 dolar AS, mencatat kenaikan mingguan 3,0 persen, kenaikan mingguan keenam berturut-turut.

Baca Juga: Proses Hukum Pelanggar Masa Karantina Akan Ditegakkan, Wiku: Akan Ada Sanksi Tegas

Sementara, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS terangkat 97 sen atau 1,2 persen, menjadi ditutup di 82,28 dolar AS per barel.

Untuk minggu ini, WTI melonjak 3,5 persen dan kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut.

Seiring dengan pemulihan dari pandemi Covid-19, permintaan minyak telah meningkat dengan dorongan lebih lanjut dari pembangkit listrik yang telah beralih dari gas dan batu bara yang mahal ke bahan bakar minyak dan solar.

Gedung Putih mengatakan akan mencabut pembatasan perjalanan Covid-19 untuk warga negara asing yang divaksinasi penuh efektif 8 November, yang akan meningkatkan permintaan bahan bakar jet.

Baca Juga: Harga Emas Turun Tajam, Akhiri Kenaikan 3 Hari Beruntun

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X