Arab Saudi Tolak Tambahan Pasokan, Harga Minyak Naik di Akhir Perdagangan

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 08:24 WIB
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Usai Arab Saudi menolak seruan untuk tambahan pasokan OPEC+, harga minyak berbalik naik dari kerugian sesi sebelumnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB),

Untuk pengiriman Desember, minyak mentah berjangka Brent meningkat 82 sen menjadi menetap di 84 dolar AS per barel, naik 1,0 persen, dan merupakan tingkat penyelesaian tertinggi sejak Oktober 2018.

Sementara untuk pengiriman November, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 87 sen menjadi berakhir di 81,31 dolar AS per barel, mencatat penutupan tertinggi tujuh tahun lainnya.

Diungkapkan Badan Energi Internasional (IEA), permintaan minyak di antara pembangkit listrik meningkat usai lonjakan harga gas alam.

Baca Juga: Potensi Zakat Penghasilan ASN di Kebumen Rp 24 Miliar

Sebagian besar pasar mengabaikan peningkatan besar yang tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS karena para penyuling memangkas produksi dalam periode yang umumnya lebih lambat untuk fasilitas tersebut.

IEA juga mengingatkan jika permintaan minyak akan meningkat setengah juta barel per hari (bph) karena sektor listrik dan industri berat beralih dari sumber energi yang lebih mahal, serta krisis energi dapat memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.

Dalam laporan bulanannya, IEA meningkatkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global pada 2022 sebesar 210.000 barel per hari.

Sekarang memperkirakan total permintaan minyak pada 2022 mencapai 99,6 juta barel per hari, sedikit di atas tingkat pra-pandemi.

Baca Juga: 202 Pekerja di Sleman di-PHK Terdampak Pandemi

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X