Harga Emas Menguat Sentuh Level Tertinggi Usai Dolar dan Imbal Hasil Obligasi Turun

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 07:15 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Menurunnya dolar dan imbal hasil obligasi AS, membuat harga emas kembali menguat menyentuh level tertinggi satu bulan pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB),

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 3,2 dolar AS atau 0,18 persen, menjadi ditutup pada 1.797,90 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, Rabu 13 Oktober 2021, emas berjangka melonjak 35,4 dolar AS atau 2,01 persen menjadi 1.794,70 dolar AS.

Selain itu, emas membukukan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut dan tampaknya sebagian besar mengabaikan data tenaga kerja mingguan AS yang lebih baik.

Baca Juga: Jateng Pecahkan Rekor saat Juarai 4x400 Meter Estafet Putri

Menurunnya dolar dan imbal hasil obligasi AS memungkinkan investor beralih ke emas sebagai lindung nilai inflasi.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, klaim pengangguran awal AS turun 36.000 menjadi 293.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 9 Oktober atau level terendah sejak pertengahan Maret 2020. Angka tersebut agak membatasi pertumbuhan emas.

"Pedagang dan investor akhirnya menyadari bahwa kenaikan inflasi, secara historis, bullish untuk logam, tidak peduli apa yang dilakukan Federal Reserve," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, Kamis, 15 Oktober 2021.

Wyckoff menambahkan, volatilitas lebih lanjut dalam ekuitas bulan ini juga dapat memicu beberapa permintaan safe-haven untuk emas.

Baca Juga: Mengenal Bani Fathimiyah, Daulah Pertama yang Merayakan Maulid Nabi

Sentimen pasar yang lebih luas tetap rapuh, karena krisis energi global memicu kekhawatiran bahwa lonjakan harga-harga yang dihasilkan dapat memperlambat pertumbuhan.

Harga produsen China mencatat rekor kenaikan tahunan bulan lalu dan harga konsumen AS juga meningkat, mengipasi kekhawatiran bahwa bank-bank sentral mungkin melepas stimulus mereka lebih cepat daripada yang diperkirakan.

Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara, logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 30,7 sen atau 1,32 persen, menjadi ditutup pada 23,477 dolar AS per ounce.

Kemudian, platinum untuk pengiriman Januari naik 28,10 dolar AS atau 2,74 persen menjadi ditutup pada 1,052,30 dolar AS per ounce.***

Halaman:
1
2

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X