Pinjol Ilegal Mainkan Psikologi Nasabah

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:31 WIB

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Bermunculannya pinjaman online (pinjol) saat ini sulit dikontrol. Pasalnya, membuat pinjol itu tidak sulit, apalagi pinjol yang tidak resmi atau ilegal.

Pakar IT Udinus, Dr Solichul Huda MKom menuturkan, masyarakat perlu mengetahui ketentuan-ketentuan pada pinjol tersebut, sebelum meminjam.

Huda, menuturkan, membuka pinjol itu tidak sulit. Aplikasi hanya istilah saja, karena dalam prosesnya tetap manual.

Istilah pinjol, karena pendaftarannya langsung lewat sms, atau melalui online.

Baca Juga: Tak Hanya Berantas Hoaks, Kim Siap Bertransformasi Menuju Digital Tonjolkan Kearifan Lokal

Setelah mendaftar online, membaca nomor kontak di gawai juga bukan yang sulit. Mereka yang punya uang, bisa membuka pinjol dengan memberikan tawaran lewat sms.

''Sebenarnya, mereka yang buka pinjol juga spekulasi. Misal, dapat 10 orang, lima yang bayarnya lancar itu sudah bersyukur,'' tambahnya.

Terpenting untuk masyarakat, kalau pinjam uang ya harus tahu risikonya. Dia menyarankan, bila ingin pinjam uang ke bank atau BPR.

Kalau tidak punya agunan, pinjam ke tetangga. Bila terpaksa, ya pinjam ke pinjol legal, jangan yang ilegal.

Disampaikannya, masyarakat harus bisa membedakan pinjol legal dan ilegal. Yang ilegal, biasanya syarat mudah, dan pencairan cepat. Hanya butuh dua jam hingga sehari.

Baca Juga: Sim Salabim! Ini Trik Mudah Mengakali Tas Kusammu jadi Terlihat Baru

Namun, bunganya sangat besar, yang bisanya perpekan. Karena itu, bila telat sedikit, bunganya akan berlipat-lipat.

Cara penagihannya pun memainkan psikologi peminjam. Yakni dengan menelpon nomor kontak yang ada di gawai peminjam. Pasalnya pinjol bisa mengakses nomor kontak yang ada di gawai.

''Biasanya dengan kata-kata kasar. Menyuruh tetangga, atau teman yang nomor kontaknya ada di gawai agar peminjam segera membayar,'' ungkapnya.

Baca Juga: Angka Kasus Covid-19 Menurun, Hendi Berbagi Tips: Harus Cerdas Hadapi Pandemi

Sementara pinjol legal, untuk mencairan butuh waktu lebih lama. Pasalnya, mereka akan melakukan falidasi, seperti alamat peminjam dengan mengecek ke rumah. Bunganya juga tidak lebih tinggi dari pinjol ilegal, namun memang lebih tinggi dibandingkan saat pinjam di bank atau BPR.

''Kalau pun pembayaran macet, pinjol ilegal akan ketemu baik-baik mencari solusi terbaik,'' tuturnya.

Sementara itu, guru besar Unika Soegijopranata yang juga Pakar IT, Prof Dr Ridwan Sanjaya SE SKom MS IEC menuturkan, sebetulnya bisnis peminjaman uang sudah ada sejak dulu kala.

Baca Juga: Edelman Trust Barometer: Kepercayaan Masyarakat pada Jurnalisme Meningkat

Hanya saja dulu masih pakai cara-cara tradisional. Karena ada teknologi informasi, maka media dimungkinkan berpindah. Bahkan jangkauannya juga makin luas.

''Aplikasi sebetulnya bukan hal yang sulit untuk dibuat. Tetapi justru yang seringkali jadi masalah adalah mekanisme pengembaliannya dan besaran bunganya,'' tuturnya.

Menurutnya yang membuat resah, karena pinjol menghubungi bukan hanya peminjam tetapi juga teman-teman yang ada di dalam address book gawai peminjam. Dari sisi izin, belum tentu mereka juga punya.

Baca Juga: Buntut Bicara Kasar ke kakek Suhud, Subscriber Youtube Baim Wong Terus Menurun

''Seharusnya, pemerintah sebagai pemegang kebijakan dan penegak hukum bisa melakukan kontrol terkait pinjol-pinjol tersebut,'' tambah Ridwan Sanjaya.

Untuk masyarakat, dia menyarankan agar berhati-hati. Bila harus berhubungan dengan pinjol, lebih baik memilih pinjol yang diizinkan oleh OJK. Kemudian, tetap melihat konsekuensi dan resiko ke depan, karena kemungkinan gagal bayar selalu ada.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X