Pinjol Ilegal Marak, DPR Edukasi Door to Door soal Literasi Keuangan ke Masyarakat

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 19:21 WIB
pinjol (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Antara)
pinjol (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Antara)

Agenda sosialisasi ini dilakukan dengan sistem door to door atau secara langsung dari rumah ke rumah, mengingat masih diberlakukannya kebijakan PPKM level 3 oleh pemerintah.

Legislator dapil Jawa Barat VII ini mendorong berbagai instansi untuk bersinergi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.

“Saya akan terus ingatkan mitra kerja di Komisi XI seperti BI, OJK, LPS hingga Himbara untuk terus memperluas akses pembiayaan kepada masyarakat secara mudah, murah, dan cepat. Sehingga, industri keuangan formal ini tidak kalah bersaing dengan pinjol ilegal,” ungkap Puteri.

Baca Juga: Edelman Trust Barometer: Kepercayaan Masyarakat pada Jurnalisme Meningkat

Dalam praktik penagihan pinjol legal menggunakan tenaga penagih yang sudah tersertifikasi. Pinjol legal juga diwajibkan memberikan keterbukaan informasi mengenai bunga kepada konsumen.

Sementara pada pinjol ilegal, mereka melakukan penagihan dengan cara yang kasar dan mengancam. Pinjol ilegal juga akan meminta akses data pribadi pengguna untuk disalahgunakan Bahkan, pinjol ilegal mengenakan bunga dan denda yang sangat besar dan tidak transparan.

Permaslahan mengenai Pinjol juga ditindak tegas oleh Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sufmi Dasco Ahmad.

Dasco meminta jajaran Polri dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menindak tegas maraknya penipuan pinjaman online (pinjol) ilegal yang sudah meresahkan masyarakat.

Baca Juga: Nekat Berpergian saat Libur Maulid Nabi, Sanksi Disiplin ASN Menanti, Terkecuali Kondisi Ini

“Masalah pinjaman online ilegal adalah permasalahan krusial dan meresahkan masyarakat, ada yang terganggu secara psikis, depresi, bahkan bunuh diri karena merasa tertekan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X