Penanganan Pandemi Membaik, BEI Catat Rekor Antusiasme Masyarakat ke Pasar Modal Meninggi

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 16:08 WIB
Bursa Efek ndonesia (suaramerdeka.com/dok)
Bursa Efek ndonesia (suaramerdeka.com/dok)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Menyusul tren penanganan pandemi Covid-19 yang membaik, antusiasme masyarakat untuk berinvestasi makin tinggi.

Bursa Efek Indonesia bahkan mencatat sejumlah rekor sebagai indikasi kehadiran mereka di pasar.

"Dalam delapan bulan terakhir ini, single investor identification (SID) saham, capai rekor baru, ada 1 juta investor baru," terang Dirut BEI, Inarno Djajadi secara daring pada pembukaan "Capital Market Summit & Expo 2021: Sinergi Kebijakan & Strategi Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional", Kamis 14 Oktober 2021.

Baca Juga: PSIS Siap Hapus Kenangan Buruk Lawan Persik di Manahan

Baginya, kondisi tersebut seolah menjadi pembuka bagi capaian peningkatan lainnya di bursa di sepanjang tahun ini. SID pasar modal sendiri sudah mencapai lebih 6,4 juta termasuk di dalamnya 2,9 juta SID saham.

Lebih dari itu, capaian ini bisa diandalkan guna menyokong upaya percepatan dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi pada tahun ini.

Pasalnya, dalam tiga bulan terakhir, geliat tinggi aktivitas pasar terus memperlihatkan sinyal positif.

Baca Juga: Masuki Babak Kualifikasi, Super Esports Series Season 1 Bakal Berlangsung Seru dan Penuh Kejutan

Per akhir September lalu, katanya, jumlah perusahaan yang terdaftar di bursa mengalami pertambahan baru sebanyak 38 listed company dari 750 perusahaan yang sudah tercatat.

Ini diikuti dengan catatan transaksi yang juga membukukan rekor baru lainnya.

"Di antaranya nilai rata-rata perdagangan harian tercatat lebih dari Rp 13 triliun perhari, atau melonjak dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Frekuensi transaksi juga naik 1,2 juta perhari, raihan ini menjadi yang tertinggi di kawasan Asean dalam tiga tahun terakhir," katanya.

Baca Juga: Ian Gillan Dikabarkan Absen, PSIS Tetap On-Fire Hadapi Persik Kediri

Belum cukup, imbuh Inarno, tren tersebut dikuntit pula lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari 19 miliar lembar saham perhari.

Karenanya Inarno makin optimis dengan kinerja bursa dalam membantu perekonomian nasional.

Untuk kegiatan CMSE sendiri, dia berharap bisa dioptimalkan terutama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk berinvestasi.

Baca Juga: Resmi! ASN Dilarang Pergi ke Luar Kota saat Libur Maulid Nabi

Terlebih, kegiatan tersebut terbuka bagi semua pihak. Diharapkan, tren tersebut bisa meningkatkan likuiditas pasar dan jumlah investor.

Di forum yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso menyatakan sinyal positif dari keberhasilan penanganan pandemi dengan melandainya kasus diharapkan bisa dimanfaatkan momentum pemulihan.

Di antaranya dengan menjaga soliditas dan berbagai indikator keuangan sehingga menunjang indeks harga saham gabungan.

Baca Juga: Mahasiswa Kejang Usai Dibanting, dr Tirta Beri Penjelasan: Jangan Ditiru, Ini Tindakan Berbahaya!

Dalam amatannya, katanya, situasinya cukup terjaga. Dia mengutip penutupan perdagangan bursa di angka 6481,77 pada 8 Oktober lalu.

Angka itu tumbuh sifinfikan 8,41 persen dengan aliran dana non residen sebesar Rp 28,38 triliun (ytd).

Penghimpunan dana melalui pasar modal pun mencapai Rp 266,82 triliun dari 35 emiten baru yang melakukan penawaran umum.

Angka tersebut pun disebutnya melampaui pencapaian tahun lalu sebesar Rp 118 triliun.

Baca Juga: Identitas Mayat Perempuan di Kawasan Hutan Grobogan Terungkap

Tak hanya itu, pasar modal juga mencatat lonjakan investor terutama retail yang hingga September lalu mencapai 6,4 juta atau tumbuh 105 persen.

"Ini perkembangan yang menggembirakan, karena tercatat pula preferensi investor asing terhadap surat berharga kita.

Ini mengindikasikan sinyal positif itu tak hanya dari domestik tapi secara global," jelasnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X