Imbal Obligasi Pemerintah Turun, Dolar Jatuh dari Level Tertinggi

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:24 WIB
Dolar AS. (Forbes)
Dolar AS. (Forbes)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Imbal hasil obligasi pemerintah yang bertenor lebih lama turun, membuat dolar jatuh dari level tertinggi satu tahun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Terakhir, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam rivalnya turun 0,515 persen pada 94,036 dari Selasa, 12 Oktober 2021 ketika menyentuh 94,563, tertinggi sejak akhir September 2020.

Dolar turun 0,29 persen versus yen menjadi 113,275 yen, sedangkan euro menguat 0,56 persen pada 1,15945 dolar AS, rebound dari level terendah hampir 15 bulan di 1,1522 dolar AS yang dicapai di sesi sebelumnya.

Lonjakan harga energi telah menambah kekhawatiran inflasi dan memicu spekulasi bahwa Fed mungkin perlu bertindak lebih cepat untuk menormalkan kebijakan daripada yang diproyeksikan sebelumnya.

Baca Juga: Pendekatan One Health Perlu untuk Melawan Penyakit Akibat Gaya Hidup

Dolar Aussie yang terkait komoditas naik 0,35 persen menjadi 0,7370 dolar AS, mendekati level tertinggi satu bulan di 0,7384 dolar AS yang dicapai pada Selasa

Greenback awalnya bergerak lebih tinggi setelah data IHK, menyentuh level tertinggi hampir tiga tahun terhadap yen Jepang, sebelum merayap lebih rendah bersama dengan imbal hasil obligasi yang bertenor lebih lama.

Imbal hasil obligasi pemerintah yang bertenor lebih lama turun setelah data inflasi AS menunjukkan harga-harga naik kuat bulan lalu.

Di sisi lain, risalah dari pertemuan Federal Reserve September mengonfirmasi tapering "segera" dimulai.

Baca Juga: Teknologi Tepat Guna, Kunci Peternak Kambing Dapat Susu dengan Kualitas Terbaik

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pinjol Ilegal Mainkan Psikologi Nasabah

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:31 WIB

Berani Investasi di Pasar Modal/Keuangan?

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:13 WIB
X