Prediksi Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Tumbuh -2 persen sampai -1,6 persen

- Kamis, 1 Oktober 2020 | 11:36 WIB
istimewa
istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Bank Dunia atau World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 akan berada pada kisaran -2,0 s.d. -1,6 persen (year on year) yang merupakan pertumbuhan negatif pertama kali dalam dua dekade terakhir.

Prediksi itu terungkap dalam laporan Bank Dunia dalam publikasi East Asia and Pacific Economic Update, October 2020 bertema “From Containment to Recovery”. Laporan itu menggambarkan kondisi perekonomian terkini negara-negara di kawasan Asia bagian Timur dan Pasifik, termasuk outlook kinerja ekonomi Indonesia.

Dalam laporan ini, Bank Dunia sekaligus merevisi perkiraan sebelumnya pada bulan Juni 2020 sebesar 0,0 persen. Namun demikian, rentang ini masih dalam perkiraan pemerintah yaitu antara -1,7 persen dan -0,6 persen. “Secara umum, outlook Bank Dunia ini masih sejalan dengan asesmen Pemerintah terkini yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada dalam rentang -1,7 persen dan -0,6 persen," jelas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (Kepala BKF) Febrio Kacaribu, di Jakarta, Rabu (30/9).

Di samping World Bank, beberapa institusi internasional lainnya juga telah menyampaikan outlook perekonomian Indonesia 2020 terkini, yakni Bank Pembangunan Asia (ADB) dengan perkirakan sebesar -1,0 persen, dan OECD sebesar -3,3 persen.

Pertumbuhan negatif ekonomi dunia, termasuk Indonesia, Bank Dunia menilai berbagai faktor akibat eskalasi pandemi Covid-19, seperti pembatasan mobilitas, peningkatan risiko kesehatan, dan pelemahan ekonomi global telah memberikan tekanan terhadap permintaan domestik, baik aktivitas konsumsi maupun investasi.

Baca juga: Bank Dunia Bantu Indonesia Hadapi Covid-19, Setujui Bantuan 700 Juta Dolar AS

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penanganan Covid-19 menjadi salah satu kunci utama agar perekonomian Indonesia mulai pulih dan bisa kembali tumbuh pada kisaran 5 persen pada tahun 2021. Bidang kesehatan menjadi prioritas utama Pemerintah yang didukung melalui kebijakan fiskal untuk meminimalkan dan memitigasi risiko, serta memulihkan ekonomi indonesia.

Selain kebijakan fiskal, kebijakan moneter Bank Indonesia (BI), kebijakan sektor keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan kebijakan di sektor riil berupa kebijakan investasi perdagangan diharapkan dapat membantu membangkitkan perekonomian Indonesia.

"Kita memproyeksikan ekonomi kita pada kisaran 5 persen dan tentu ini adalah suatu pemulihan yang harus diupayakan dan dijaga melalui berbagai kebijakan, termasuk melalui kebijakan APBN," ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada doorstop secara virtual pada Selasa (29/9).

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X