Momentum AKB, Jawa Barat Tawarkan 7 Proyek Strategis

- Rabu, 30 September 2020 | 07:15 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Jawa Barat menawarkan tujuh proyek strategis yang diharapkan bisa mendongkrak perekonomian termasuk selepas pandemi Covid-19 di samping tetap menjaga daya saing daerah. Mereka optimis peluang itu ditangkap investor.

Ketujuh proyek tersebut tersebar di lima wilayah yakni Kabupaten Cirebon, Subang, Indramayu, dan Majalengka. Hal ini juga sejalan dengan rencana Pemprov Jabar menyiapkan segitiga Patimban-Cirebon-Kertajati sebagai  kawasan pertumbuhan ekonomi baru di bagian timur-utara. Kehadiran proyek strategis itu mendapat respon BI setempat. Langkah ini bisa menjadi kunci kebangkitan pada masa pandemi.

"Keseluruhan proyek-proyek yang ditawarkan tersebut diharapkan memberikan nilai tambah terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, baik bagi industri besar maupun UMKM dalam ekosistem terkait," kata Kepala Bank Indonesia Jabar, Herawanto pada siaran daring "The 3rd Indonesia Investement Day: Investment Opportunities in West Java", Selasa (29/9).

Pasalnya, tak hanya sebagai kawasan industri, kawasan tersebut diproyeksikan pula menjadi kota baru yang didukung oleh infrastruktur dan utilitas strategis di antaranya jalan tol, bandara, pelabuhan, kelistrikan, tata air, pembuangan limbah, dan pusat data.

Baca juga: Jawa Barat Tak Ada Kasus Rawan Pangan Akibat Virus Corona

Proyek-proyek tersebut terdiri dari Aerocity Kertajati, Subang Industrial Park, Kertajati Industrial Estate Majalengka, Greater Cirebon Solid Waste Treatment Plant, dan Jatigede Regional Water Supply System. Kemudian, potensi ecotourism melalui Pariwisata Ciater Raya dan Kawasan Walini Raya. Nilai proyeknya triliunan rupiah.

Dijelaskan, Jabar sendiri masih menjadi pilihan yang menarik bagi tujuan investasi, baik investor domestik maupun asing. Pada 2019, provinsi ini berhasil meraih penghargaan Platinum Provinsi Besar kategori Investasi dalam Indonesia Attractiveness Award (IAI) dengan total nilai investasi sebesar Rp 137, 5 Triliun Rupiah, atau meningkat 17,54 persen dari realisasi tahun sebelumnya.  

Bahkan di tengah pandemi, selama paruh pertama 2020, Provinsi Jawa Barat kembali menempati peringkat pertama realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai total Rp 57,9 triliun.

Meski pandemi, penawaran tersebut akan memberikan manfaat lain yakni sebagai persiapan penguatan daya saing pasca pandemi. Tak hanya penguatan perekonomian Jawa Barat, tapi juga nasional. "Lebih dari itu, ini merupakan sikap optimistis yang merupakan kunci penting dalam menghadapi pandemi," katanya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

X