Dolar Capai Level Tertinggi dalam Setahun di Tengah Ekspektasi Pengumuman Federal Reserve AS

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 09:12 WIB
Dollar. (Pixabay)
Dollar. (Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Di tengah ekspektasi pengumuman dari Federal Reserve AS, dolar mencapai level tertinggi satu tahun pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).

Kenaikan diperlihatkan, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, yang menyentuh 94,563, tertinggi sejak akhir September 2020.

Federal Reserve AS akan mengumumkan pengurangan program pembelian obligasi besar-besaran bulan depan.

Selain itu, kekhawatiran atas melonjaknya harga-harga energi juga mengirim investor ke mata uang aman greenback.

Baca Juga: Hentikan Reli, Harga Minyak Berakhir Beragam pada Akhir Perdagangan

Dalam lebih dari 18 bulan, imbal hasil surat utang dua tahun AS melonjak ke level tertinggi setelah investor menjual surat utang AS.

Investor juga memperhitungkan bahwa lonjakan harga energi akan memicu inflasi dan menambah tekanan pada Fed untuk mengambil tindakan lebih cepat dari yang diperkirakan.

"Fokus saat ini adalah suku bunga obligasi pemerintah. Pasar-pasar kredit sedang mengantisipasi dimulainya tapering, saya kira, pada November," kata Joseph Trevisani, analis senior di FXStreet.com.

Data Indeks Harga Konsumen AS pada Rabu waktu setempat mungkin akan diamati investor dan data penjualan ritel pada Jumat 15 Oktober 2021 untuk petunjuk lebih lanjut tentang kapan Fed mungkin mulai mengurangi stimulusnya.

Baca Juga: Cegah Penularan Covid-19, Kapolres Tegal Ingatkan Kamtibmas Harus Tetap Kondusif

"Datanya akan sangat besar," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions.

Lonjakan imbal hasil AS mendorong investor untuk membuang yen Jepang terhadap dolar, yang mengakibatkan penurunan harian terbesar kedua dalam mata uang Jepang pada Senin (11/10).

Karena imbal hasil obligasi pemerintah naik lebih lanjut pada Selasa 12 Oktober 2021, dolar mencapai level tertinggi tiga tahun versus yen, yang telah jatuh 4,0 persen versus greenback dalam tiga minggu.

Selain itu, dolar juga menguat terhadap euro, dengan mata uang bersama turun 0,23 persen pada 1,1525 dolar AS, terendah sejak Juli 2020 karena kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Kemudian, dolar Australia yang terkait komoditas naik 0,16 persen pada 0,7357 dolar AS.

Di pasar mata uang kripto, Bitcoin turun 3,02 persen menjadi 55.750 dolar AS. Ether, uang kripto terbesar kedua di dunia turun 1,38 persen menjadi 3.495 dolar AS.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X