Hentikan Reli, Harga Minyak Berakhir Beragam pada Akhir Perdagangan

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:12 WIB
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Minyak sedikit beragam menghentikan reli yang telah membawa harga ke tertinggi multitahun, setelah sesi bergejolak pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB)

Untuk pengiriman Desember, minyak mentah berjangka Brent menyusut 23 sen menjadi menetap di 83,42 dolar AS per barel setelah diperdagangkan dari tertinggi 84,23 dolar AS hingga terendah 82,72 dolar AS.

Pada hari Senin 12 Oktober 2021, acuan global minyak itu mencapai 84,60 dolar AS, tertinggi sejak Oktober 2018.

Sementara untuk pengiriman November, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir 12 sen lebih tinggi menjadi ditutup pada 80,64 dolar AS per barel setelah bergerak berkisar antara 81,62 dolar AS dan 79,47 dolar AS.

Baca Juga: Groundbreaking Smelter Freeport, Presiden: Potensi Besar Ini Harus Dimanfaatkan

Sehari sebelumnya, WTI menyentuh level tertinggi sejak akhir 2014 di 82,18 dolar AS.

Selama lima minggu berturut-turut, Brent telah naik sementara WTI mencatat kenaikan 7 minggu berturut-turut. Kedua kontrak telah meningkat lebih dari 15 persen sejak awal September.

Beragamnya harga minyak meningkatkan kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat menggagalkan pemulihan ekonomi global.

Pihak berwenang dari Beijing hingga Delhi bergegas mengisi kesenjangan pasokan listrik yang menganga pada hari Selasa, 12 Oktober 2021, mengguncang pasar saham dan obligasi global di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan biaya energi akan memicu inflasi.

Baca Juga: BEI dan Laznas BSMU Pacu Literasi Ekonomi Syariah untuk Milenial

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:48 WIB

Tekan Biaya Operasional Logistik dengan Dexlite

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:24 WIB
X