Kekhawatiran Inflasi Meningkat, Harga Emas Berbalik Menguat

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:15 WIB
ilustrasi emas (pixabay)
ilustrasi emas (pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Meningkatnya kekhawatiran inflasi membuat harga emas berbalik menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB)

Untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, kontrak emas paling aktif terangkat 3,6 dolar AS atau 0,21 persen, menjadi ditutup pada 1.759,30 dolar AS per ons.

Pada sehari sebelumnya, emas berjangka terpangkas 1,7 dolar AS atau 0,1 persen menjadi 1.755,70 dolar AS.

Meningkatnya kekhawatiran inflasi membendung selera terhadap aset-aset risiko dan mendorong permintaan untuk logam yang dinilai lebih aman meskipun penguatan dolar AS membatasi kenaikan emas.

Baca Juga: BEI dan Laznas BSMU Pacu Literasi Ekonomi Syariah untuk Milenial

Prospek ekonomi terancam dengan krisis energi global sekaligus memicu ketakutan inflasi, kemudian mendorong beberapa investor beralih menuju aset-aset yang lebih aman.

"Kami melihat dukungan yang datang dari gagasan umum bahwa tekanan inflasi akan cukup untuk menahan emas di tengah lingkungan, tempat kami melihat Federal Reserve perlahan bergerak untuk mengurangi pembelian aset," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai inflasi.

Namun, pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, yang diterjemahkan menjadi peluang kerugian yang lebih tinggi memegang emas yang tidak membayar bunga.

Baca Juga: Mengenal Hawawshi, Makanan Khas Mesir

"Ada lebih banyak penghindaran risiko di pasar dan emas diuntungkan dari itu, ditambah dengan kekhawatiran tentang inflasi dan pendinginan ekonomi global," kata analis Commerzbank Daniel Briesemann.

Dia menyebut, emas bisa mencapai 1.900 dolar AS di akhir tahun jika pembicaraan stagflasi makin mengemuka, karena suku bunga akan tetap relatif rendah, bahkan ketika Fed mulai melakukan tapering.

Fokusnya pada risalah dari pertemuan kebijakan Fed 21—22 September dan indeks harga konsumen, keduanya akan dirilis pada hari Rabu waktu setempat.

Emas juga mendapat dukungan setelah Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2021 dan 2022.

Untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan Desember turun 15,1 sen atau 0,67 persen, menjadi ditutup pada 22,514 dolar AS per ons.

Kemudian, platinum untuk pengiriman Januari naik 4,8 dolar AS atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada 1,011,7 dolar AS per ons.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X