BEI dan Laznas BSMU Pacu Literasi Ekonomi Syariah untuk Milenial

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 06:15 WIB
rupiah (istimewa)
rupiah (istimewa)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Upaya untuk menggencarkan ekonomi syariah melalui masyarakat milenial terus dilakukan.

Kali ini Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk dan BEI melakukan edukasi ekonomi syariah ke kelompok paling potensial tersebut.

Hadir dalam acara webinar LIKES Talk dengan tema ''Millenial Jago Atur Duit'' ini Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, CFO Fineaja Zahra Nabila Kurnia.

Menurut Irwan Abdalloh, secara umum, ada beberapa instrumen investasi syariah yang bisa dipilih milenial misalkan jika yang mempunyai profil risiko rendah bisa mengambil produk sukuk atau surat utang syariah.

Baca Juga: SDM Pahami Sistem Proteksi Kebakaran, RS Telogorejo Terima Sertifikat Layak Operasi Damkar

Lalu, jika yang mempunyai profil risiko tinggi bisa mengambil investasi saham.

''Dalam mengelola keuangan disarankan mengikuti jejak Rasulullah SAW yaitu siddiq/benar, amanah/jujur, dan fathonah atau cerdas. Yang membedakan pengelolaan keuangan syariah adalah perhatian kepada tujuan akhir yaitu akhirat melalui instrumen Ziswaf atau Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf,'' kata Irwan.

Dalam kesempatan terpisah Likes and Educational Group Manager Laznas BSMU, Aprilia Eviyanti berharap melalui webinar LIKES Talk ini milenial bisa belajar tidak hanya bagaimana mengelola keuangan tetapi juga bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

CFO Fineaja, Zahra Nabila Kurnia memberikan tips dalam mengelola keuangan untuk milenial di mana pertama harus mempunyai spesifik tujuannya.

Baca Juga: Mahasiswa Pemulung Universitas Ivet, Alfan Ishaqi: Jangan Henti Torehkan Prestasi

"Harus terukur tujuan dan perencanaan keuangannya, bisa dicapai jangan sampai tujuan pengelolaan keuangan ini terlalu jauh sehingga tidak bisa dicapai. Selanjutnya relevan artinya mempunyai tujuan yang tepat dan dapat diikuti secara waktu kapan bisa mencapai tujuan tersebut,'' kata Zahra.

Untuk pengelolaan budget, Zahra memberikan tips bisa menggunakan 50/30/20. Dalam mekanisme pengelolaan keuangan ini, disarankan mengalokasikan 50 persenuang yang dimiliki untuk keperluan essensial seperti rumah, tagihan, transportasi dan asuransi.

Untuk 30 persen sisanya bisa digunakan untuk budget entertainment yaitu belanja dan hobi, sedangkan 20 persen sisanya digunakan untuk tujuan keuangan, dan tabungan masa tua.

''Sisihkan uang yang dimiliki untuk dana darurat. Untuk jumlah dana darurat disesuaikan dengan kondisi misalnya lajang sebanyak 3-6 dari pengeluaran per bulan, yang sudah menikah antara 6-12 kali pengeluaran per bulan. Untuk instrumennya dana darurat ini harus mempunyai kriteria yaitu aman, likuid dan mudah diakses,'' imbuhnya.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X