Akses Wisatawan Mancanegara di Bali Kembali Dibuka, DPR Harapkan Ekonomi Masyarakat Bangkit

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:58 WIB
Ketua DPR, Puan Maharani. (suaramerdeka.com / dok)
Ketua DPR, Puan Maharani. (suaramerdeka.com / dok)

SUARAMERDEKA.COM - Bali dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama dan terbaik yang ada di Indonesia.

Tak hanya dikenal wisatawan domestik saja, tempat-tempat wisata di Bali telah tersohor hingga seluruh penjuru dunia.

Namun adanya pandemi Covid-19 sejak tahun 2020 lalu menimbulkan keterpurukan ekonomi Bali.

Ini dikarenakan adanya penutupan objek pariwisata di Bali yang selama ini menjadi pengahsilan utama di Bali.

Baca Juga: Melonpan, Tren Baru Roti dari Jepang yang Kerap Muncul di Anime

Penutupan tempat wisata sekaligus akses masuk bagi wisatawan menyebabkan terhentinya berbagai jenis usaha yang berafiliasi dengan pariwisata seperti perdagangan, penyedia akomodasi, industri jasa, layanan transportasi, hingga industri pengolahan.

Akhirnya, seiring dengan melandainya kurva kasus Covid-19 di Indonesia, industri pariwisata Bali rencananya akan dibuka kembali untuk akses wisatawan mancanegara pada 14 Oktober 2021 mendatang.

Kabar dibukanya kembali akses masuk bagi wisatawan mancanegara ini disambut baik oleh Ketua DPR RI Dr.(H.C) Puan Maharani.

Baca Juga: Airlangga: Recovery Index Covid-19 Indonesia Peringkat 54 Terbaik ASEAN

Ia berharap agar ‘pembukaan pintu’ Bali ini bisa mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat setempat, khususnya dalam membangkitkan kembali perekonomian yang sempat terpuruk akibat pandemi.

“Penutupan akses masuk bagi turis asing sekaligus penutupan tempat wisata telah membuat Bali yang menggantungkan perekonomian dari sektor pariwisata, sangat terdampak. Maka rencana dibukanya kembali akses untuk wisman harus membuat ekonomi masyarakat kembali menggeliat,” ungkap Puan.

Ketua DPR RI terebut berharap agar pemerintah merancang rencana yang baik untuk pembukaan akses bagi turis asing, sehingga berdampak baik pula bagi perekonomian masyarakat Bali, diharapkan sampai ke level Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Tak hanya untuk memulihkan sektor pariwisata, tetapi juga untuk membangun optimisme UMKM. Saat sektor-sektor perekonomian kembali bergerak, pada akhirnya rakyat yang akan mendapatkan manfaat,” kata Puan.

Baca Juga: Tagar PolriSesuaiProsedur Muncul, Penegasan Polri Tak Khianati Tugasnya

Politisi partai PDI Perjuangan ini meyakini dengan adanya pertumbuhan ekonomi daerah yang baik akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, perlu adanya gotong royong yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mempersiapkan dibukanya kembali sektor pariwisata agar Indonesia tak lagi mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi.

Rencana pembukaan pintu masuk bagi turis asing ke Bali ini diikuti dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 dan diwajipkan memenuhi syarat yang harus diikuti wisatawan mancanegara yang hendak masuk ke Pulau Dewata.

Baca Juga: Pesta Narkoba di USU Digerebek BNN, 31 Orang Positif Pakai Ganja

Perlu diingat, meskipun kasus Covid-19 berangsur-angsur telah mengalami penurunan, namun tetap saja bahwa pandemi Covid-19 masih belum selesai.

Beberapa kriteria itu di antaranya; sudah vaksin lengkap, menjalani tes kesehatan termasuk harus terbebas dari Covid-19, hingga karantina selama 5-8 hari dengan biaya sendiri sebelum bisa bebas berwisata di Bali untuk menghindari terjadinya imported case, dan warga Bali juga merasa aman dengan kehadiran para wisatawan asing.

Puan juga meningkatkan agar pemerintah memenuhi protokol kesehatan di Bandara Internasional Ngurah Rai, yang akan menjadi pintu masuk turis asing.

Harus diadakan pengawasan yang ketat, selain tes fisik, pemeriksaan dokumen kesehatan hingga keimigrasian harus dilakukan secara detail dan akurat.

 

(Mg2)***

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X