Airlangga: Recovery Index Covid-19 Indonesia Peringkat 54 Terbaik ASEAN

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:20 WIB
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto (suaramerdeka.com/Ekon.go.id)
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto (suaramerdeka.com/Ekon.go.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan, recovery index Covid-19 Indonesia saat ini menjadi yang terbaik di ASEAN.

Berdasarkan data Nikkei, recovery indeks Indonesia berada di nomor 54. Hal ini lebih baik dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

“Peringkat Indonesia per 6 Oktober 2021 menjadi ranking 54, membaik dari posisi 31 Juli yang ranking 114 dan posisi 31 Agustus ranking 92.

Posisi peringkat ini juga lebih baik dari semua negara ASEAN lainnya, seperti Singapura di peringkat 70, Malaysia peringkat 102, dan Thailand ranking 109,” kata Airlangga saat konferensi pers secara daring, Senin, 11 Oktober 2021.

Baca Juga: Smelter Freeport di Gresik Terbesar di Dunia, Hasilkan 1,7 Juta Ton Konsentrat Tembaga per Tahun

Berdasarkan data Johns Hopkins University, kasus konfirmasi harian di Indonesia sebesar 4,60 kasus per 1 juta penduduk.

Hal ini jauh lebih rendah atau lebih baik dibandingkan negara lain, seperti Singapura (541,9 kasus), Inggris (525,3 kasus), Malaysia (277,7 kasus), dan Philipina (95,55 kasus) per 1 juta penduduk.

Airlangga menjelaskan, terjadi penurunan kasus aktif sejak awal penerapan PPKM Level 4 pada 9 Agustus lalu di sejumlah pulau di Indonesia.

Misalnya, Sumatra menunjukkan penurunan 94,10 persen, Nusa Tenggara dengan 95,26 persen, Kalimantan 93,18 persen, Sulawesi dengan 90,90 persen, serta Maluku dan Papua sebesar 88,86 persen.

Baca Juga: Jelang World Superbike Mandalika, Airlangga Ungkap Gelaran Ajang Olahraga Tanah Air

Sementara, persentase penurunan kasus aktif secara nasional berada di angka 94,55 persen.

Airlangga menegaskan, tidak ada provinsi di luar Jawa-Bali yang masuk dalam penerapan PPKM Level 4 dalam sepekan terakhir.

Meskipun, harus diakui masih ada tiga provinsi yang masuk PPKM Level 3, 22 provinsi di Level 2, dan dua provinsi sudah berada di Level 1. Kedua provinsi ini adalah Kepulauan Riau dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kalau dilihat di tingkat kabupaten/kota di Luar Jawa dan Bali, terdapat 1 kab/kota di Level 4, ada 38 kab/kota di Level 3, sebanyak 278 kab/kota di Level 2, dan terjadi peningkatan kab/kota di Level 1 menjadi sebanyak 69 kab/kota,” tutur Menko Airlangga.

Padahal, pekan lalu wilayah kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Level 1 sebanyak 52 kab/kota.

Airlangga mengatakan, masih adanya satu wilayah yang menerapkan PPKM Level 4, yakni di Kota Sabang, disebabkan karena meningkatnya jumlah kematian dalam beberapa hari terakhir.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X