Cegah Covid-19, Gerakan Jogo Santri Dukung Program Duta Pondok Pesantren

Maya
- Senin, 14 September 2020 | 18:58 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen (suaramerdeka.com/dok)
Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Merangkul partisipasi aktif Pondok Pesantren dalam pencegahan penyebaran virus corona, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Seleksi Duta Pondok Pesantren.  Mengapa pondok pesantren? Sebab pondok pesantren menjadi tempat berkumpulnya sekelompok orang yang jumlahnya relatif bervariasi, dengan aktivitas kegiatan pendidikan baik formal dan informal. Mereka berasal dari berbagai daerah dan tinggal bersama dalam satu lingkungan, dengan periode waktu tertentu.

Kondisi tersebut, menurut Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen, berpotensi menjadi klaster baru dalam penyebaran virus covid-19. Namun di sisi lain, pondok pesantren juga memiliki figure atau tokoh (kyai/ ustadz) yang memiliki peran penting dalam mengkampanyekan 3 M. Yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan jaga jarak, sebagai langkah adaptasi kebiasaan baru.

''Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menginisisasi Gerakan Jogo Santri sebagai upaya untuk mendukung program Jogo Tonggo di wilayah pondok pesantren. Nantinya akan dipilih pondok pesantren yang selama ini telah berpartisipasi aktif dalam mencegah serta menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan pemerintah, sebagai duta pondok pesantren,” katanya, Senin (13/9) di Semarang.

Baca Juga: Aplikasikan Program Jogo Tongo, Ponpes Al Kholwat Grobogan Bentuk Satgas Jogo Santri

Pondok pesantren yang terpilih sebagai duta pondok pesantren, diharapkan menjadi percontohan bagi pondok pesantren lainnya, dalam upaya pencegahan penyebaran covid 19.  Sebab, mereka secara proaktif sudah menjaga kesehatan warga pesantren, dengan sarana dan prasarana yang dimiliki. Pemerintah pun akan memberikan apresiasi dan fasilitasi pada pondok pesantren terpilih, sebagai bentuk penghargaan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatimiko mengatakan, nantinya akan dipilih 15 duta pondok pesantren. Bagi pemenang, disiapkan hadiah sepaket kit jogo santri, dan pembangunan sarana prasarana pencegahan penularan covid-19. Seperti APD, sprycan disinfektan, pembuatan tempat wudhu, ruang isolasi mandiri, dan penataan sanitasi lingkungan pondok pesantren. Total hadiah yang disiapkan untuk 15 pemenang mencapai miliaran rupiah.

''Setelah terpilih lima belas duta pondok pesantren, maka mereka mengajukan proposal penyusunan penggunaan hadiah.  Dalam penyusunan hingga pelaksanaan pembangunan fisik, akan didampingi Disperakim Jawa Tengah,'' tuturnya.

Apa saja syarat untuk mengikuti kompetisi ini? Arief menjelaskan, pondok pesantren harus berlokasi di Jawa Tengah, ada organisasi pengelola pondok pesantren, belum pernah terjadi kasus covid 19 di dalam pondok pesantren dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan.  Upaya pencegahan covid 19 di pondok pesantren dibuktikan dengan mengirim video berdurasi tiga menit. Isinya mengenai upaya pondok pesantren dalam memfasilitasi penghuni pesantren untuk menjaga kebersihan dan menjalankan protokol kesehatan. Muatan lokal kegiatan pencegahan covid-19 yang dimiliki pondok pesantren, akan menjadi nilai tambah.

''Pendaftaran dan pengiriman video sudah bisa dilakukan mulai 14 September, dan ditunggu hingga 27 September 2020. Jadwal penilaian administrasi dan teknis pada 28 September hingga 2 Oktober. Sebanyak 30 nominasi pondok pesantren terbaik, akan menjalani verifikasi lapangan tanggal 5 sampai 16 Oktober 2020. Selanjutnya dilakukan rapat pleno, dan pengumuman pemenang rencananya tanggal 21 Oktober 2020,” urai dia.

Halaman:

Editor: Maya

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X