Anggaran PEN Rp 695 Triliun, Optimistis Terserap Tuntas Akhir Tahun

- Jumat, 4 September 2020 | 09:12 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) Budi Gunadi Sadikin optimistis mampu merealisasikan target penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional Rp 695 triliun hingga akhir 2020.

Anggaran Rp 695 triliun untuk penanganan Covid-19 ditargetkan dapat terserap ke dalam enam program Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN). Keenam program itu bidang Kesehatan, Insentif Usaha, Perlindungan Sosial, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Program Kementerian Lembaga (K/L) dan Pemda, serta Pembiayaan Korporasi.

"Kami akan memastikan masyarakat termiskin di lapisan terbawah mendapatkan bantuan selama masa sulit ini melalui program Perlindungan Sosial. Kita akan fokus pada sektor UMKM, karena itu dapat menyediakan lapangan pekerjaan untuk lebih dari 90 persen masyarakat Indonesia, juga berkontribusi lebih dari 55 persen ekonomi nasional," kata Budi.

 Pada program Perlindungan Sosial pemerintah menyediakan anggaran Rp 204,95 triliun dan terserap Rp101,06 triliun (49,31 persen). Sektor UMKM dari anggaran Rp 123,46 triliun terserap Rp 52,03 triliun (42,14 persen). Untuk Sektor K/L dan Pemda alokasi anggaran Rp106,5 triliun terserap Rp 14,92 triliun (14,06 persen). Sedangkan untuk pembiayaan korporasi tersedia anggaran sebesar Rp 53,60 triliun.

Baca juga: Kriteria Penerima Bantuan Kelas Menengah Program PEN Perlu Diperjelas

Program yang mendapat alokasi cukup besar pada Perlindungan Sosial, seperti Program Keluarga Harapan dengan anggaran Rp 37,4 triliun terealisasi 71 persen dengan target penerima sebanyak 10 juta Kepala Keluarga (KK) termiskin. "Kami yakin kami akan mencapai target penyaluran Rp 37 triliun hingga akhir tahun 2020. Saat ini sudah tersalurkan sebesar Rp 27 triliun," katanya.

Program lain yang membawa dampak besar bagi masyarakat ialah Program Kartu Sembako. Anggaran Rp 43,6 triliun terealiasi 62,5 persen dengan target sebanyak 20 juta KK atau sekitar 80 juta jiwa yang masuk kategori termiskin. "Sejauh ini realisasi sudah tercapai sekitar Rp 27 triliun dari Rp 42 triliun anggarannya. Kami yakin ini dapat tercapai," tegas Budi.

Namun Budi mengakui beberapa program Perlindungan Sosial masih terus diupayakan realisasinya. Yakni Program Bantuan Langsung Tunai Desa dengan anggaran Rp 31,8 triliun baru terrealisasi 30 persen atau baru Rp 10 triliun. Target penerima 11 juta KK. Meskipun demikian penyalurannya tetap mengalami kenaikan 10 persen sejak diluncurkan pada Juli lalu.

Untuk program sektor UMKM perlu pembenahan. Dalam Program Subsidi Bunga UMKM, anggaran Rp 35 triliun baru terealisasi Rp 3 triliun atau 7,20 persen. Namun dana yang sudah tersalurkan itu sudah menjangkau 7,8 juta UMKM dengan kredit tersalurkan Rp 317 triliun.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X