Pembakaran Rumah Mertua di Pabelan Ditangani Polisi, Ada Dugaan Dendam Menantu

Rosikhan
- Rabu, 2 September 2020 | 19:13 WIB
BARANG BUKTI: Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono bersama Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Ongko Gradiarso Sukahar menunjukkan beberapa barang bukti dugaan pembakaran rumah di Pabelan ketika gelar kasus di Ruang Rupatama Polres Semarang, Rabu (2/9) siang. (SM/Ranin Agung)
BARANG BUKTI: Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono bersama Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Ongko Gradiarso Sukahar menunjukkan beberapa barang bukti dugaan pembakaran rumah di Pabelan ketika gelar kasus di Ruang Rupatama Polres Semarang, Rabu (2/9) siang. (SM/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Polres Semarang tengah menangani dugaan kasus pembakaran rumah yang terjadi di Dusun/Desa Ujung-ujung, Pabelan, Kabupaten Semarang.

Kapolres Semarang, AKBP Gatot Hendro Hartono mengungkapkan, setelah didalami diketahui bila upaya pembakaran rumah itu sudah dilakukan oleh pelaku Whany S (24) sebanyak tiga kali.

“Terakhir dilakukan Selasa (18/8) pagi. Yang bersangkutan saat ini belum bisa kita hadirkan karena masih dalam perawatan dokter, dia sedang kontraksi hamil tujuh bulan,” kata AKBP Gatot, ketika gelar kasus di Ruang Rupatama Polres Semarang, Rabu (2/9) siang.

Baca Juga: Lewati 17 Jam, Api yang Membakar Gudang Pabrik Polytron Berhasil Dipadamkan

Pelaku melakukan upaya itu, lanjutnya, karena ada unsur motif dendam. Dendam yang bagaimana, sejauh ini menurut Kapolres Semarang masih didalami. Adapun sarana yang digunakan, meliputi bahan bakar cair jenis premium, korek api, serta lilin.

“Bahan bakar yang dia beli lalu ditaruh di kasur busa di dalam garasi rumah yang bersangkutan,” imbuhnya.

Selain mengamankan sarana, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya dua kemeja yang digunakan pelaku dan satu unit motor Yamaha Vega RR nopol H-4072-TI.

Kebakaran hebat bisa diantisipasi karena diketahui oleh pemilik rumah. Pemilik rumah, atas nama Rokim (63) selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi untuk dilakukan penyelidikan. Atas perbuatannya, pelaku terancam dengan Pasal 187 ke (1) KUHP menyusul ia diduga sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan, atau banjir.

“Dari pemeriksaan, diketahui bila pelakunya adalah menantunya sendiri. Nah, dendam atau sakit hatinya kenapa masih kita dalami,” ungkap AKBP Gatot.

Editor: Rosikhan

Terkini

X