Dolar Menguat di Akhir Perdagangan Menyusul Lonjakan Harga Energi

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 09:24 WIB
Dollar. (Pixabay)
Dollar. (Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Lonjakan harga energi mendorong investor mencari tempat yang aman membuat dolar menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

Kenaikan diperlihatkan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama saingannya, sebesar 0,174 persen pada 94,328, tidak jauh dari tertinggi satu tahun di 94,504 yang disentuh awal bulan ini.

Kenaikan greenback mencapai level tertinggi hampir tiga tahun terhadap yen di tengah ekspektasi Federal Reserve AS akan mengumumkan pengurangan pembelian obligasinya bulan depan.

Rebound permintaan global membuat harga minyak melonjak, Senin 11 Oktober 2021 ke puncak multi-tahun, didorong kekhawatiran bahwa kenaikan harga-harga dapat memperburuk akumulasi rantai pasokan global menyebabkan Wall Street menyerahkan kenaikan awalnya.

Baca Juga: Usai Raih Emas PON Papua, Syamsul Hilali Lamar Gadis Pujaan

"Penghindaran risiko seperti menetap. Kami tidak akan mendapatkan jawaban atas krisis energi global atau tekanan inflasi dalam waktu dekat dan risiko tersebut kemungkinan akan membuat banyak investor tetap fokus pada keamanan dalam jangka pendek," kata Edward Moya, analis pasar senior di broker valas Oanda.

Yen, yang dikenal sangat sensitif terhadap perbedaan suku bunga, mencapai 113 yen per dolar untuk pertama kalinya sejak Desember 2018.

Dengan suku bunga obligasi pemerintah Jepang yang tertambat baik dan bank sentral Jepang (BoJ) mempertahankan kebijakannya, ekspektasi pengumuman tapering Fed segera akan menekan imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi, mendukung kisaran dolar-yen lebih tinggi, kata Roberto Cobo Garcia, kepala strategi valas di BBVA .

Risiko utama untuk pasangan dolar-yen minggu ini berasal dari data AS, dengan indeks harga konsumen dan penjualan ritel akan dirilis pekan ini.

Baca Juga: Permintaan Global Pulih, Harga Minyak Melambung ke Level Tertinggi

"Investor perlu sedikit berhati-hati, karena jika inflasi dan angka pengeluaran konsumen minggu ini turun, akan sangat sulit bagi dolar untuk mempertahankan kenaikannya," kata Kathy Lien, direktur pelaksana di BK Asset Management.

Dolar Australia mencapai level terkuatnya sejak 14 September, dan baru-baru ini naik 0,57 persen terhadap dolar pada 0,73505 dolar AS, dibantu oleh harga komoditas yang kuat dan pembukaan kembali sebagian Sydney, kota terbesar di Australia.

Kekhawatiran tentang inflasi tidak terbatas di Amerika Serikat, dengan gangguan pasokan dan kenaikan harga komoditas yang mempengaruhi banyak negara.

Poundsterling Inggris telah meningkat di awal perdagangan London di tengah meningkatnya ekspektasi bank sentral Inggris (BoE) dapat menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi, tetapi memudar kemudian di akhir sesi karena kekhawatiran harga energi, terakhir turun 0,08 persen pada 1,3607 dolar.

Pasar Kanada ditutup untuk liburan, tetapi loonie menyentuh level tertinggi dua bulan di 1,24465 dolar Kanada per dolar AS berkat data penggajian Kanada yang secara mengejutkan kuat dirilis pada Jumat (8/10/2021) dan harga minyak yang tinggi.

Di pasar kripto, Bitcoin mencapai level tertinggi lima bulan, naik 5,06 persen pada 57.486 dolar AS, sementara Ether naik 4,3 persen pada 3.569 dolar AS.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X