Dolar Menguat di Akhir Perdagangan Menyusul Lonjakan Harga Energi

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 09:24 WIB
Dollar. (Pixabay)
Dollar. (Pixabay)

"Investor perlu sedikit berhati-hati, karena jika inflasi dan angka pengeluaran konsumen minggu ini turun, akan sangat sulit bagi dolar untuk mempertahankan kenaikannya," kata Kathy Lien, direktur pelaksana di BK Asset Management.

Dolar Australia mencapai level terkuatnya sejak 14 September, dan baru-baru ini naik 0,57 persen terhadap dolar pada 0,73505 dolar AS, dibantu oleh harga komoditas yang kuat dan pembukaan kembali sebagian Sydney, kota terbesar di Australia.

Kekhawatiran tentang inflasi tidak terbatas di Amerika Serikat, dengan gangguan pasokan dan kenaikan harga komoditas yang mempengaruhi banyak negara.

Poundsterling Inggris telah meningkat di awal perdagangan London di tengah meningkatnya ekspektasi bank sentral Inggris (BoE) dapat menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi, tetapi memudar kemudian di akhir sesi karena kekhawatiran harga energi, terakhir turun 0,08 persen pada 1,3607 dolar.

Pasar Kanada ditutup untuk liburan, tetapi loonie menyentuh level tertinggi dua bulan di 1,24465 dolar Kanada per dolar AS berkat data penggajian Kanada yang secara mengejutkan kuat dirilis pada Jumat (8/10/2021) dan harga minyak yang tinggi.

Di pasar kripto, Bitcoin mencapai level tertinggi lima bulan, naik 5,06 persen pada 57.486 dolar AS, sementara Ether naik 4,3 persen pada 3.569 dolar AS.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X