Perkembangan Keuangan Digital Indonesia: Presiden Minta Dikawal, Dijaga dan Difasilitasi

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Presiden Joko Widodo kala memberikan pidato kunci pada Pembukaan OJK Virtual Innovation Day 2021. (BPMI Setpres / Kris)
Presiden Joko Widodo kala memberikan pidato kunci pada Pembukaan OJK Virtual Innovation Day 2021. (BPMI Setpres / Kris)

Kemudian, membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih banyak melakukan transaksi digital yang minim aktivitas fisik, serta membantu UMKM untuk naik kelas dan masuk ke ranah digital.

“Saya titip kepada OJK dan para pelaku usaha dalam ekosistem ini untuk memastikan inklusi keuangan yang kita kejar, yang harus diikuti dengan percepatan literasi keuangan dan literasi digital agar kemajuan inovasi keuangan digital memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ucap Presiden.

Kepala Negara menambahkan, inklusi keuangan harus memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya masyarakat lapisan menengah ke bawah, menjadi solusi untuk menekan ketimpangan sosial, dan menjangkau segmen masyarakat yang belum tersentuh sistem keuangan konvensional.

Di samping itu, penyedia keuangan digital juga harus berorientasi Indonesiasentris, tidak hanya berpusat di Jawa saja, tetapi membantu mempercepat transformasi keuangan digital hingga ke seluruh penjuru tanah air.

“Saya minta seluruh industri jasa keuangan untuk melaksanakan program literasi keuangan dan literasi digital mulai dari desa, mulai dari pinggiran, bukan hanya agar masyarakat bisa memanfaatkan jasa dari industri keuangan, tapi juga untuk memfasilitasi kewirausahaan mereka dengan risiko yang rendah,” imbuhnya.

Menutup pidatonya Presiden menekankan, ekosistem keuangan digital yang tangguh dan berkelanjutan harus terus dijaga untuk mendorong percepatan pergerakan ekonomi nasional yang inklusif serta berkontribusi lebih besar pada upaya pemulihan ekonomi yang sedang dilakukan.

“Komitmen, keberpihakan, dan kerja keras Bapak-Ibu sekalian sangat ditunggu oleh pelaku-pelaku ekonomi, utamanya pelaku ekonomi kecil, khususnya juga usaha mikro, kecil, dan menengah untuk segera bangkit dari dampak pandemi Covid-19 dan terfasilitasi untuk memanfaatkan peluang-peluang baru yang bermunculan,” pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X