Reli Dolar Membuat Harga Emas Tergelincir Kembali di Akhir Perdagangan

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 07:15 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Reli dolar membuat harga emas terbebani sehingga kembali tergelincir pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB).

Untuk kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terpangkas lagi 1,7 dolar AS atau 0,1 persen, menjadi ditutup pada 1.755,70 dolar AS per ounce.

Akhir pekan lalu, Jumat 8 Oktober 2021, pelemahan ditunjukkan emas berjangka sebesar 1,8 dolar AS atau 0,1 persen menjadi 1.757,40 dolar AS.

Kamis, emas berjangka juga turun 2,6 dolar AS atau 0,15 persen menjadi 1.759,20 dolar AS usai setelah menguat 0,9 dolar AS atau 0,05 persen menjadi 1.761,80 dolar AS pada Rabu.

Baca Juga: Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, 9 Rumah Sakit Rujukan Nol Kasus Pasien Positif

Dolar sendir reli di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve AS tidak akan menunda pengurangan stimulusnya, meskipun ekspektasi stagflasi membatasi kerugian dalam lindung nilai inflasi.

"Dolar adalah faktor utama," kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

Sementara dominasi dolar dapat bertahan hingga The Fed mengumumkan tapering.

"Tekanan turun pada emas mulai mendekati akhir, dan kami mendekati puncak di mana emas akhirnya dapat stabil dan pada akhirnya mendapatkan kembali tren bullish yang lebih lama secara historis," tambah Moya.

Baca Juga: Bukan Hanya Saat Ramadhan, Shalat Witir Bisa Dilakukan Setiap Malam, Begini Niat dan Doanya

Kenaikan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama rivalnya sebesar 0,3 persen, mengurangi daya tarik emas bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

Harga emas belum benar-benar bergerak jauh bulan ini.

Analis pasar berpendapat bahwa emas menghadapi lebih banyak risiko penurunan dalam jangka pendek jika jatuh di bawah angka 1.750 dolar AS.

Untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 4 sen atau 0,18 persen, menjadi ditutup pada 22,665 dolar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman Januari turun 21,3 dolar AS atau 2,07 persen, menjadi ditutup pada 1.006,9 dolar AS per ounce.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X