Proses Recovery Ekonomi Lambat, Banyak UMKM Cari Permodalan Sendiri

- Sabtu, 8 Agustus 2020 | 11:48 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Anggota DPRD Jateng dari Fraksi PKS Riyono berpendapat akibat lambatnya realisasi program recovery ekonomi membuat banyak UMKM harus berusaha mencari permodalan sendiri. Beberapa di antaranya bahkan memilih untuk tutup sementara karena tak bisa mengakses pembiayaan murah.

Padahal dengan dengan bangkitnya UMKM, laju penurunan ekonomi nasional dari sisi pengeluaran bisa diredam, karena UMKM itu menjadi sandaran bagi 90 persen tenaga kerja nasional dan Jateng. BPS melansir, konsumsi masyarakat anjlok hingga minus 6,51 persen karena daya beli masyarakat yang terus melorot. Jika dibedah, pada kuartal I lalu, daya beli masyarakat anjlok sebesar 50 persen akibat pandemi Covid-19.

"Faktanya sektor pertanian, perikanan dan kehutanan mengalami kenaikan positif. Artinya nyawa ekonomi kita saat ini ditangan petani dan nelayan yang berjuang agar roda ekonomi berputar, Gubernur harus melihat fakta ini" tambah Riyono.

Baca juga: Pemulihan Ekonomi Indonesia Perlu Diikuti Upaya Menahan Laju Covid-19

BPS juga merilis, tingkat konsumsi rumah tangga minus 5,51 persen, konsumsi pemerintah minus 6,9 persen, dan konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) minus 7,76 persen. Di sisi lain, pertumbuhan industri transportasi dan sektor akomodasi dan industri makanan dan minuman tercatat kontraksi (minus) 29,22 persen dan minus 22 persen.

Riyono pun heran mengapa program bansos gagal mengangkat daya beli masyarakat bawah. Sementara itu, kelompok menengah atas pun cenderung menahan diri untuk membelanjakan uangnya karena rendahnya kepercayaan masyarakat pada kemampuan pemerintah menangani persoalan ekonomi. "Sekali lagi tolong Pak Ganjar fokus juga ke ekonomi dengan memberikan porsi lebih kepada sektor UMKM, petani dan nelayan sebagai ujung tombak kebagkitan ekonomi Jateng," tuturnya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Pasar Kaliwungu jadi Percontohan Penerapan QRIS

Kamis, 25 November 2021 | 16:49 WIB

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB
X