Program Pemulihan Ekonomi, Pengembang Merasa Dianaktirikan

- Selasa, 4 Agustus 2020 | 13:52 WIB
Anthony AH Prasetyo (suaramerdeka.com/dok)
Anthony AH Prasetyo (suaramerdeka.com/dok)

SOLO, suaramerdeka.com - Dalam program pemulihan ekonomi nasional, developer merasa diperlakukan diskriminatif oleh perbankan. Pasalnya, para pengembang mengaku kesulitan menjual unit perumahan yang dibangun. Padahal perumahan mempunyai multiplier effect dan mampu menggerakan berbagai sektor usaha.

"Dengan tersendatnya sektor perumahan ini, dikhawartirkan bakal menghambat program pemulihan ekonomi nasional," kata Anthony AH Prasetyo, mantan Ketua REI Soloraya, kemarin.

Demi kelancaran pembayaran kredit pemilikan rumah (KPR) dalam situasi pandemi covid-19 ini, aku Anthony, perbankan hanya memproses akhad kredit perumahan rumah yang diajukan para calon pembeli  perumahan yang berpenghasilan tetap, seperti PNS/ASN, TNI/Polri, dan karyawan BUMN.

Padahal, menurut dia, masih banyak pekerja sektor informal dan masyarakat berpenghasilan rendah kepingin membeli rumah, khususnya perumahan bersubsidi. "Kalau pun bisa, urusannya njlimet, dengan syarat yang makin rumit, berbeda dengan sebelumnya," kata dia.

Hal senada dikatakan Yoyok, pengembang dari Karanganyar. Ia mengatakan, ketika dirinya mengantar calon pembeli/debitur seorang pekerja informal untuk mengajukan kredit, pihak perbankan enggan menerima. Namun kalau debitur itu PNS, prosesnya lancar.

"Kalau situasinya seperti ini terus menerus, rumah saya tidak bisa dijual, wong pembeli rumah saya lebih banyak pekerja informal ketimbang PNS," katanya.

Lebih lanjut Anthony mengatakan, jika bank khawatir terhadap kelancaran cicilan dari konsumen masyarakat berpenghasilan rendah yang membeli perumahan, pengembang bersedia membeli kembali (buy back) rumah itu  dari perbankan untuk dijual lagi pada pembeli.Menurut dia, cara itu mudah dilaksanakan. Cuma perlu ada regulasi atau kesepakatan dari pihak pihak terkait.

Pemerintah, kata Anthony, sudah menempatkan dana cukup banyak di perbankan serta menambah subsidi bunga. Program FLPP dan BP2BT untuk subsidi perumahan juga masih banyak. "Eman-eman kalau tidak terserap optimal," pungkasnya.

Editor: Maya

Tags

Terkini

Hotel Ciputra Semarang Salurkan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 24 September 2022 | 20:31 WIB

Healing Time di Novotel Semarang Aja

Sabtu, 24 September 2022 | 15:21 WIB

BPR Arto Moro Terima Penghargaan Infobank Award 2022

Sabtu, 24 September 2022 | 14:23 WIB
X