Masjid Baiturrahman Tunda Penyembelihan Hewan Kurban

Maya
- Jumat, 31 Juli 2020 | 16:12 WIB
suaramerdeka.com/dok
suaramerdeka.com/dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dalam perayaan Hari Besar Islam Idhul Adha, Jumat (31/7), Masjid Baiturrahman Simpang Lima Semarang menunda penyembelihan hewan kurban. Hal itu disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, KH Ahmad Daroji usai melaksanakan shalat Ied. Penundaan tersebut dilakukan untuk menghindari kerumunan dan penyebaran virus corona (Covid-19)

"Penyembelihan hewan kurban akan kami laksanakan besok pagi. Termasuk menghimbau dan membatasi para panitia kurban agar tidak berkerumun serta harus menerapkan protokol kesehatan," ujar Daroji, Jumat (31/7).

Selain itu, ia menyarankan agar panitia penyembelih hewan kurban agar memakai baju lengan panjang sebagai pengganti Alat Pelindung Diri (APD). Kemudian wajib memakai masker dan menerapkan jaga jarak (Physical Distancing).

"Tak hanya itu, bagi para jamaah atau pengunjung yang tidak menerapkan protokol kesehatan dilarang masuk ke area masjid. Tentu panitia harus melakukan penjagaan dengan ketat jika mendapati ada yang tidak pakai masker," imbuhnya.

Sebelumnya dalam pelaksanaan shalat Idhul Qurban dilakukan pukul 06.20 WIB, dilanjutkan dengan khotbah oleh khotib H. Taj Yasin Maimoen Wakil Gubernur Jawa Tengah. Kemudian Para jamaah salat Ied diwajibkan memakai masker dan membawa sajadah sendiri. Bahkan puluhan petugas gabungan baik dari takmir masjid, polisi dan TNI diterjunkan untuk memastikan jamaah mengikuti protokol kesehatan. Mereka melakukan penjagaan ketat serta mengecek suhu tubuh jamaah yang datang menggunakan Thermo gun.

Adapula petugas lain yang berada di berbagai sudut masjid mengingatkan jamaah untuk jaga jarak dan tetap memakai masker.

Taj Yasin menyampaikan, dalam menghadapi pandemi ini masyarakat dirasa masih kuat. Pasalnya masyarakat semakin sadar dan memiliki perhatian yang tinggi untuk saling membantu para tetangga. Salah satunya dengan dibuktikan adanya penerapan sistem Jogo Tonggo baik di kantor, pesantren atau santri dan di tempat kerja. Termasuk menerapkan Jogo Tonggo bagi masyarakat yang kurang mampu.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada pengurus masjid, pemerintah dan masyarakat yang saling menjaga solidaritas. Kami menyadari bahwa dampak pandemi ini membuat ekonomi kerakyatan semakin menurun. Untuk itu diperlukan kerjasama untuk bangkit kembali dan menumbuhkan kembali ekonomi di Indonesia," jelasnya.

Menurutnya, dalam melaksanakan penyembelihan hewan tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Kata dia, sebenarnya sebeleum ada Covid-19 pemerintah telah berinisiasi agar pembagian dagin qurban dilaksanakan pengalengan. Dengan begitu daging bisa tahan lama serta pembagiannya bisa merata.

Halaman:

Editor: Maya

Terkini

X