Hadapi Pembelajaran Daring, Guru Bahasa Inggris Dilatih Susun Modul Buku Elektronik

Maya
- Jumat, 31 Juli 2020 | 15:20 WIB
WORKSHOP PENDIDIKAN: Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo saat membuka workshop pendidikan. (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)
WORKSHOP PENDIDIKAN: Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo saat membuka workshop pendidikan. (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Guru bahasa Inggris harus siap dalam menghadapi pembelajaran daring agar apa yang diajarkan mampu diterima para muridnya. Guna meningkatkan kapasitas dan kemampuannya, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bahasa Inggris SMP di Kabupaten Semarang menggelar workshop Anticipating New Normal School with Remote Teaching and Learning. Mereka dilatih dilatih menyusun modul atau buku elektronik untuk menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kondisi demikian menjadi tantangan para guru, baik senior maupun junior supaya melek teknologi. "Perencanaan yang matang membuat guru makin berdaya dalam menghadapi era new normal dan masa transisi ini. Oleh karenanya, guru dituntut menguasai teknologi yang aplikatif, sehingga PJJ berjalan efektif dan bermakna," tandas Kepala SMPN 3 Getasan, Wahyu Ambarwati MPd yang menjadi narasumber workshop.

Workshop dibuka Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo MM. Pada kesempatan itu, Ambarwati yang juga dosen Fakultas Bahasa dan Seni UKSW Salatiga sekaligus praktisi metodologi mengajar dengan gamblang memberi pemahaman tentang prinsip PJJ, strategi yang digunakan, dan perangkat yang harus dimiliki guru. Selain itu, narasumber tersebut juga memandu peserta membuat media pembelajaran menggunakan aplikasi Book Creator.

Narasumber lainnya, dosen Fakultas Bahasa dan Seni, UKSW Salatiga, Ardiyarso Kurniawan MHum, yang mengajarkan peserta memahami platform pembelajaran menggunakan Microsoft 365. Pada kesempatan itu, Sukaton berharap workshop bisa tepat sasaran serta mampu menjadi bekal bagi guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam melaksanakan PJJ. Tak kalah penting, guru diharapkan bisa membuka wawasan untuk terug menggali potensi dan kreatifitas untuk pembelajaran bahasa yang lebih berkembang.

Editor: Maya

Terkini

Pasar Kaliwungu jadi Percontohan Penerapan QRIS

Kamis, 25 November 2021 | 16:49 WIB

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB
X