Pertumbuhan Ekonomi Dunia Bakal Alami Kemerosotan 5,2 Persen karena Covid-19

- Rabu, 15 Juli 2020 | 08:36 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Bank Dunia memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan mengalami kemerosotan 5,2 persen karena Covid-19. Hal itu disebabkan karena pandemi ini bisa melumpuhkan segala aktivitas perekonomian di seluruh negara, termasuk Indonesia. Sementara itu, kurva pertumbuhan kasus Covid-19 di Indonesia memang masih terlihat terus meningkat hingga kini, lain halnya dengan Vietnam, Kamboja, atau Laos yang sempat diklaim menang melawan Covid-19

Rata-rata pertumbuhan kasus Covid-19 per hari di Indonesia terus bertambah, dari Maret yang saat itu 59 kasus per hari, meningkat di April dengan 295 kasus per hari, bulan Mei menjadi 516 kasus per hari, dan Juni dengan 977 kasus per hari. Hingga laporan ini dibuat, kasus Covid-19 di Indonesia kini sudah ada di angka 78.572 secara nasional. Peningkatan jumlah kasus ini tentunya disebabkan banyak faktor.

Dalam riset Lifepal.co.id sebelumnya mengenai risiko Covid-19 di aktivitas sehari-hari, Pakar Epidemiologi FKM UI Dr. Tri Yunis Miko Wahyono, Msc. telah mengkategorikan aktivitas bepergian dengan kendaraan umum, pesawat terbang, maupun mendatangi stasiun atau terminal bandara, adalah tergolong dalam aktivitas yang tinggi risiko terpapar Covid-19.

Seperti diketahui, pada kuartal I 2020, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,97 persen, atau  terendah sejak 2001. Sementara itu, kontraksi atau pertumbuhan negatif diprediksikan akan terjadi di kuartal II 2020. Demi menopang pertumbuhan RI, Bank Indonesia pun memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin agar mendorong masyarakat melakukan konsumsi. Di sisi lain, pemerintah juga  mengucurkan dana sebesar Rp 22,95 triliun dengan relaksasi pajak untuk dunia usaha dan karyawan.

Namun Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengatakan bahwa hingga akhir 2020, pemulihan ekonomi Indonesia hanya berkisar antara 40 hingga 60 persen, dan pemulihan ekonomi secara total dipastikan baru akan berlangsung pada kuartal I 2022. Bersamaan dengan itu, pertumbuhan rata-rata jumlah kasus Covid-19 di Indonesia juga makin bertambah yang bisa memicu ketidakpastian ekonomi di RI.

Besar kemungkinan ini akan menjadi penyebab mengapa investor enggan menaruh uang di pasar modal. Imbasnya, pemulihan IHSG pun berjalan amat lambat ketimbang indeks bursa di negara-negara ASEAN lainnya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X