Sejumlah Pelaku Usaha Penyedia Hewan Kurban Terbentur Aturan Protokol Covid-19

- Rabu, 8 Juli 2020 | 13:35 WIB
sejumlah pelaku usaha penyedia hewan kurban terbentur protokol covid-19. (istimewa)
sejumlah pelaku usaha penyedia hewan kurban terbentur protokol covid-19. (istimewa)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sejumlah pelaku usaha penyedia hewan kurban terbentur aturan protokol covid-19. Akibatnya banyak dari mereka yang mengaku omzet nya turun drastis jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Salah satunya yakni Ramdoni, pemilik Mal Hewan Kurban di Depok, Jawa Barat. Pria yang akrab disapa Haji Doni itu mengaku, saat ini dirinya hanya mampu memasok sapi sekira 30 persen dari biasanya.

Hal itu terjadi karena berbagai faktor. Di antaranya, karena aturan protokol kesehatan terkait pencegahan Covid-19 yang cukup ketat.

“Kalau penurunan pasti ya, biasanya kami bawa hewan 6.200 ekor sapi, sekarang yang lolos hanya 1.500 ekor. Jadi tahun ini tuh betul-betul ya, dalam perjalanan amat sulit untuk dibawa,” katanya, saat ditemui di tempatnya berjualan, di kawasan Kelapa Dua, Depok.

Doni mengungkapkan, aturan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 tidak hanya berlaku bagi manusia, namun juga pada hewan ternak, salah satunya sapi. Hal ini tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui kementerian terkait.

“Jadi bukan hanya manusia saja yang diperiksa, tapi sapi juga oleh dinas terkait, terutama dokter hewan. Seluruh sapi yang masuk Kota Depok, perjalanannya itu amat sulit ya, diperiksa di setiap perbatasan sampai seluruhnya dinyatakan lolos Covid-19,” tambahnya.

Dia menjelaskan, hewan yang dibawanya untuk dijual sebagai kurban telah dipastikan sehat. Dan itu nantinya akan dilampirkan melalui dokumen-dokumen pelengkap atau sertifikat.

“Jadi sapi ini diperiksa terus menerus, tanggal berapa nya, dan baru bisa diterima. Andai kata ada sapi sakit, itu ada masalah. Contoh kaya kemarin dari 17 ekor ada satu ekor yang sakit dan ditolak sampai harus dikembalikan ke tempat asalnya, ada surat penolakannya,” ujar Doni.

Ia menilai, kebijakan yang diberlakukan pemerintah sangat bermanfaat untuk masyarakat, terutama untuk mereka yang ingin membeli hewan kurban. Sebab, dengan serangkaian tes dan aturan yang berlaku maka hewan kurban dapat dijamin kesehatannya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X