Masa Pandemi, Hendi Upayakan Realisasi Kampung Nelayan Tambakrejo

Maya
- Selasa, 7 Juli 2020 | 17:43 WIB
Wali Kota Hendrar Prihadi mengunjungi Kampung Nelayan di Tambakrejo (suaramerdeka.com/dok)
Wali Kota Hendrar Prihadi mengunjungi Kampung Nelayan di Tambakrejo (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Di tengah masa pandemi, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berupaya tetap merealisasikan rencananya membangun Kampung Nelayan di Wilayah Tambakrejo. Kampung ini diperuntukan bagi warga terdampak normalisasi Banjirkanal Timur.

Sebanyak 97 rumah deret akan dibangun di bekas wilayah Kalimati, Kelurahan Tanjungemas, Kecamatan Semarang utara. Pembangunan tersebut juga menjadi bagian komitmen wali kota yang akrab disapa Hendi , dalam memperkecil dampak konflik pembangunan di Semarang. Dirinya pun hadir untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan, Selasa (7/7).

Pembangunan ditargetkan selesai awal Desember 2020 ini. Hendi berharap Kampung Nelayan yang dibangun dapat menjadi hunian yang nyamana bagi warga kampung Tambakrejo. Maka dari itu dia menginginkan agar Kampung Nelayana Tambakrejo dapat dibangun dengan baik. Natinya agar dapat menjadi percontohan jika memerlukan relokasi.  

''Pembangunan rumah deret ini semoga menjadi role model, agar yang namanya relokasi tidak selalu berdampak buruk. Tetapi justru dapat memberikan kemanfaatan dengan lingkungan yang lebih sehat, serta rezeki yang lebih banyak bagi warga,'' tegas Hendi.

Hendi menceritakan bahwa penentuan lokasi rumah deret di kawasan ex Kalimati diambil dari hasil diskusi dengan warga. Warga berharap dapat mendekatkan area pemukiman dengan tempat kerjanya sebagai nelayan.

"Warga masyarakat menginginkan jika pemukiman yang dibangun nantinya supaya tidak jauh-jauh dengan lokasi mata pencaharian mereka sebagai nelayan. Jadi mudah-mudahan pembangunan kampung nelayan Tambakrejo ini dapat berjalan dengan lancar dan memberi manfaat bagi warga di sini," pungkas Hendi.  

Di sisi lain Hendi menekankan terkait komitmen dirinya dan jajaran Pemkot Semarang dalam menangani rob dan banjir di kawasan Semarang Timur. Antara lain melalui normalisasi lima sungai besar meliputi Kali Tenggang, Kali Sringin, Kali Babon, Kali Banger, serta Banjirkanal Timur yang cukup alot dalam prosesnya.

Dirinya menegaskan, proses panjang yang dilakukan sejak 2015, untuk kepentingan besar masyarakat Kota Semarang. Upaya itu kemudian hari ini disebut mulai berbuah hasil. Terutama untuk warga yang berada di wilayah timur, seperti Tambakrejo, Sawah Besar dan wilayah lainnya, yang kini rob dan banjir berkurang.

Dalam kesempatan tersebut, apresiasi juga disampaikan Wali kota kepada warga Tambakrejo atas kegigihan dan komunikasi aktif yang tak pernah putus. Komunikasi yang kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi dengan Kementerian PU.

Halaman:

Editor: Maya

Terkini

Pasar Kaliwungu jadi Percontohan Penerapan QRIS

Kamis, 25 November 2021 | 16:49 WIB

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB
X