Sandiaga Uno: Inovasi Perlu untuk Mengembangkan Kualitas Produk Agar Tidak Ketinggalan Zaman

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 08:42 WIB
Sandiaga Uno borong keripik sayur produksi dari UMKM Kelompok Tani di Desa Wisata Dewi Sambi Tebing Breksi, dan mempromosikan langsung lewat akun instagram milikinya.(suaramerdeka.com/dok)
Sandiaga Uno borong keripik sayur produksi dari UMKM Kelompok Tani di Desa Wisata Dewi Sambi Tebing Breksi, dan mempromosikan langsung lewat akun instagram milikinya.(suaramerdeka.com/dok)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Suvenir adalah hal penting yang harus ada dalam tempat wisata, maka haruslah berkualitas.

Salah satunya seperti produk yang dihasilkan kelompok tani di Desa Wisata Dewi Sambi Tebing Breksi.

Mereka berinovasi dengan membuat cemilan berupa keripik yang cukup unik karena berasal dari bermacam sayuran.

Baca Juga: Presiden Jokowi Serahkan Bantuan Tunai Warung dan PKL di Yogyakarta: Pertama Kali di Kawasan Malioboro

Ini menjadi alternatif cemilan sehat yang selama pandemi banyak dijadikan pengganti cemilan yang dinilai kurang sehat.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menuturkan, segala macam solusi telah dilakukan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa wisata Dewi Sambi.

“Inovasi itu perlu sehingga bisa mengembangkan kualitas produk dan inovasi juga membuat produk tidak ketinggalan zaman,” ujarnya disela kunjungan di Desa Wisata Dewi Sambi Tebing Breksi, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Yogakarta, baru-baru ini.

Baca Juga: Serap Tenaga Kerja hingga 19 Juta Orang, Sektor Properti jadi Fokus Utama Pemulihan Ekonomi Nasional

Kelompok Tani Desa Wisata Dewi Sambi membuat keripik dari berbagai jenis sayuran yang tak biasa.

Selain menyehatkan, hal tersebut juga merupakan sebuah inovasi yang bisa dikembangkan terus menerus.

“Ini bisa membuka lapangan pekerjaan yang luas, karena melibatkan seluruh proses bertanam sayuran hingga menjadi produk cemilan keripik sehat. ini bisa memberdayakan masyarakat dengan harapannya membuat pendapatan bertambah,” kata Aan selaku Perwakilan Kelompok Tani Desa Wisata Dewi Sambi.

Selain membuka pertanian, segala keperluan alat bertani juga bisa membuka lapangan pekerjaan.

Contohnya, masyarakat yang tidak bertani bisa membuat pupuk yang dibutuhkan oleh para petani.

Aan menyebutkan, di jaman yang sudah 4.0 ini maka pihaknya berkomitmen untuk menjalin kerja sama dalam hal pengembangan industri pariwisat melalui pemanfaatan teknologi digital.

Dengan inovasi ini, kata Aan, sebenarnya pasarnya cukup baik karena keripik sayur telah menjadi cemilan sehat yang mulai banyak peminatnya.

Namun, karena kondisi mereka di desa maka cakupan pasar marketing atau penjualannya kurang luas. Sehingga, dia meminta kepada Sandi untuk bisa membantu pemasarannya.

“Kalau bisa diendorse Mas Menteri di IG karena saya yakin bisa meningkatkan penjualan produk kami,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Aan pun curhat sebelum pandemi, produk keripik dari olahan sayur mayur seperti singkong, pare, oyong, seledri, kemangi, wortel, terong, dan jamur bisa laku sebanyak 500 kg. Namun, sejak pandemi hanya 200 kg sebulan.

Selain itu, didatangi Menteri, membuat Aan sumringah. Aan tak sanggup menahan tangis haru. Matanya berkaca-kaca lalu menitikan air mata, saat keripik sayuran dagangannya seketika ludes habis diborong Sandiaga Uno.

Sandi menyampaikan, dalam situasi pandemi Covid-19 sekarang, pembelian secara online memang disarankan dan lebih efektif.

Dia secara spontan langsung mempromosikan dagangan keripik sayur yang dijajakan melalui story di akun instagram miliknya.

Halaman:
1
2
3

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X