Dolar Relatif Stabil Setelah Laporan Ketenagakerjaan AS Berakhir Mengecewakan

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 10:24 WIB
Dollar. (Pixabay)
Dollar. (Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Laporan ketenagakerjaan AS yang berakhir mengecewakan membuat dolar relatif stabil pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).

Meski begitu, ada penurunan tipis dari indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama sainggannya, sebesar tipis 0,1 persen pada 94,067, tidak jauh dari tertinggi satu tahun di 94,504 yang disentuh minggu lalu.

Para pedagang juga berspekulasi bahwa angka-angka tersebut tidak akan mempengaruhi Federal Reserve untuk memulai pengurangan pembelian asetnya pada awal November.

Dalam laporannya, Departemen Tenaga Kerja mengatakan, data penggajian non-pertanian (NFP) meningkat 194.000 bulan lalu. Ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan peningkatan 500.000 pekerjaan.

Baca Juga: Belum Ada Tanda Krisis Energi Mereda, Harga Minyak Kembali Menguat

Fakta bahwa kenaikannya rendah dapat meredam ekspektasi untuk mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi menyusul perlambatan tajam yang tampak pada kuartal ketiga.

Tetapi tidak mungkin untuk menghentikan Federal Reserve memulai proses pengurangan pembelian obligasi bulanan segera setelah November, kata para analis.

Laporan ketenagakerjaan September adalah yang terakhir tersedia sebelum pertemuan kebijakan Federal Reserve pada 2-3 November

"(Ini) pasti meleset dari angka utama, tetapi detail yang mendasarinya tidak terlalu suram seperti yang tampak, dan, pada akhirnya, itu masih konsisten dengan Fed memberikan tapering bulan depan," kata Mazen Issa, ahli strategi senior valas di TD Securities di New York.

Baca Juga: UU HPP Tonggak Bersejarah Reformasi Perpajakan, Menkeu: Upaya Optimalkan Penerimaan Negara

Seminggu setelah data pekerjaan, dolar cenderung membalikkan sebagian besar keuntungan atau kerugian yang telah terjadi sejak hari rilis NFP

Pelemahan dolar membantu kestabilan poundsterling sekaligus menempatkannya di jalur untuk menutup minggu naik 0,6 persen, kinerja mingguan terbaik dalam lima minggu.

Karena ekspektasi kenaikan suku bunga mengimbangi kekhawatiran tentang krisis bahan bakar dan kekurangan tenaga kerja.

Di pasar mata uang digital, Bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia berdasarkan nilai pasar, naik 1,5 persen menjadi 54.569,9 dolar AS, hanya sedikit dari level tertinggi 5 bulan di 56.168 dolar AS yang disentuh di awal sesi.

Bitcoin naik sekitar 13 persen untuk minggu ini, kenaikan mingguan kedua berturut-turut.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X