Belum Ada Tanda Krisis Energi Mereda, Harga Minyak Kembali Menguat

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 09:48 WIB
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)
Ilustrasi kilang minyak (Terry McGraw from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Belum ada tanda meredanya krisis energi global mendorong harga minyak kembali menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB),

Belum meredanya krisis turut mendorong harga minyak ke level tertinggi multi-tahun saat negara-negara pengguna listrik besar berjuang untuk memenuhi permintaan.

Untuk pengiriman Desember, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember terangkat 44 sen atau 0,5 persen, menjadi menetap di 82,39 dolar AS per barel.

Awal pekan ini, acuan global itu mencapai level tertinggi tiga tahun di 83,47 dolar AS.

Baca Juga: Presidensi G20, Presiden: Jadikan Showcase Kemampuan Indonesia Tangani Covid-19

Untuk pengiriman November, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November melonjak 1,05 dolar AS atau 1,3 persen, menjadi ditutup pada 79,35 dolar AS per barel, sekaligus penutupan tertinggi untuk minyak AS sejak 31 Oktober 2014.

Untuk minggu ini, minyak mentah WTI melonjak 4,6 persen, sementara Brent naik 3,9 persen, berdasarkan kontrak bulan depan.

Sekalipun permintaan di seluruh dunia meningkat karena aktivitas ekonomi pulih dari posisi terendah pandemi, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan produsen sekutu yang dikenal dengan OPEC+ minggu ini mengatakan mereka akan tetap berada di jalur untuk mengembalikan produksi secara bertahap.

Meski sedang memantau pasar energi, Pemerintah AS tidak mengumumkan tindakan segera untuk menurunkan harga-harga, seperti pelepasan dari cadangan minyak strategis, yang selanjutnya mendukung pasar minyak.

Baca Juga: 30 Kader Bawaslu Jepara Ikuti SKPP di Pati, Bentuk Jejaring Pengawas Partisipatif

Bensin berjangka AS juga ditutup pada level tertinggi sejak Oktober 2014 pada Jumat 8 Oktober 2021.

"Latar belakang fundamental adalah salah satu dari ketatnya pasokan yang akan terus mendorong harga-harga ini terus naik," kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York, dikutip dari Reuters.

Harga acuan gas Eropa di pusat TTF Belanda pada Jumat berdiri di setara minyak mentah sekitar 200 dolar AS per barel, berdasarkan nilai relatif dari jumlah energi yang sama dari masing-masing sumber, menurut perhitungan Reuters berdasarkan data Eikon.

"Percepatan peralihan gas-ke-minyak dapat meningkatkan permintaan minyak mentah yang digunakan untuk menghasilkan listrik pada musim dingin yang akan terjadi di belahan bumi utara," kata seorang analis komoditas ANZ dalam sebuah catatan.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X