UU HPP Tonggak Bersejarah Reformasi Perpajakan, Menkeu: Upaya Optimalkan Penerimaan Negara

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (humas Setkab)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (humas Setkab)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) menjadi salah satu tonggak bersejarah reformasi perpajakan yang menjadi bagian dari reformasi struktural untuk mencapai Indonesia Maju melalui fondasi sistem perpajakan yang adil, sehat, efektif, dan akuntabel.

Reformasi perpajakan, kata Menkeu, juga menjadi bagian dari proses berkelanjutan upaya percepatan pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional melalui penataan ulang sistem perpajakan agar lebih kuat di tengah tantangan pandemi dan dinamika masa depan yang harus terus diantisipasi.

“Asas dari peraturan perpajakan yang ingin dibangun di dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan adalah perpajakan harus menimbulkan keadilan, kesederhanaan, efisiensi, kepastian hukum, kemanfaatan, dan kepentingan nasional,” ujar Menkeu dilansir dari laman Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jumat, 8 Oktober 2021.

Tujuan UU HPP ini, kata Menkeu, adalah untuk meningkatkan pertumbuhan dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi.

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Ketua BAN S/M: Sistem Akreditasi Perlu Direformasi

Menurut Menkeu, pemulihan ekonomi dan pembalikan pertumbuhan membutuhkan banyak sekali sumber daya, yang harus didesain secara sangat hati-hati dan detail.

Pemerintah menggunakan semua instrumen yang ada dalam APBN seperti perpajakan baik pajak dan bea cukai, PNBP, belanja negara, belanja daerah, dan pembiayaan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi tersebut.

“Kami juga ingin melalui Undang-Undang ini mengoptimalkan penerimaan negara, mewujudkan sistem pajak yang berkeadilan dan memberikan kepastian hukum, serta melaksanakan reformasi administrasi, serta kebijakan perpajakan yang makin harmonis dan konsolidatif untuk memperluas juga basis perpajakan kita di era globalisasi dan teknologi digital yang begitu sangat mendominasi,” lanjut Menkeu.

Selanjutnya, tujuan keempat dari UU HPP ini adalah pemerintah ingin terus meningkatkan kepatuhan sukarela wajib pajak.

Baca Juga: Produksi Sampah Blora Capai Lebih dari 30 Ton, DLH Fasilitasi Pembentukan Bank Sampah

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X