Selama Pandemi, Pasar Modal di Jawa Tengah Naik Signifikan, Capai 275 Ribu Investor

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 16:00 WIB
Ttangkapan layar workshop bersama media
Ttangkapan layar workshop bersama media


SEMARANG, suaramerdeka.com - Selama pandemi Covid-19, pasar modal di Jawa Tengah mengalami perkembangan yang signifikan mulai dari jumlah investor dan jumlah nilai transaksi.

Kepala BEI Jawa Tengah 1, Fanny Rifqi mengatakan jumlah investor di 2019 mencapai 110 ribu investor dan bertambah menjadi 177 investor di 2020. Bahkan di semester pertama 2021 naik menjadi 275 ribu investor

Demikian juga dengan trading value, yang meningkat. Jika pada tahun 2019 lalu, nilai transaksi di Jateng hanya di angka Rp 5,476 triliun, angka tersebut sudah naik menjadi Rp 20,951 triliun pada 2020.

Baca Juga: Hari Tanpa Bra Sedunia Bukan Pornoaksi, Intip Manfaat Sehat Tak Pakai Bra

Tertinggi di Kota Semarang mencapai Rp 4,3 triliun di Juni 2021 dan menyumbangkan 30 persen dari total transaksi di Jawa Tengah. Disusul Kudus Rp 693 miliar, Tegal Rp 304 miliar dan Pekalongan 175 miliar.

Menurut Fanny peningkatan signifikan itu karena BEI selama pandemi gencar melakukan edukasi secara online dan banyak masyarakat mencari alternatif investasi.

"Mungkin karena pandemi mereka banyak di rumah dan mereka akhirnya belajar secara mandiri dari media sosial ditambah lagi dari influencer sehingga itu memberikan pemahaman baru kepada masyarakat yang saat ini mungkin butuh alternatif investasi yang aman dan nyaman dan bisa memberikan return di atas deposito ataupun perbankan, " katanya saat workshop bersama media, Kamis, 7 Oktober 2021.

Baca Juga: Kondisi Tukul Arwana Mulai Membaik, Manajer: Sudah Bisa Tertawa

Fanny menambahkan, saat ini pihaknya juga terus meningkatkan literasi pasar modal, untuk menumbuhkan investor baru dari masyarakat, termasuk dari kalangan anak muda yang jumlahnya sangat banyak.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X