BI Jateng Ciptakan Terobosan Digital bagi Pasar Tradisional

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 10:15 WIB
Pengunjung Pasar Bulu melakukan scan Barcode dalam transaksi. (suaramerdeka.com / dok)
Pengunjung Pasar Bulu melakukan scan Barcode dalam transaksi. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Bank Indonesia mengapresiasi upaya BRI dan Pemkot Semarang yang meluncurkan pasar digital di Pasar Bulu Semarang. Inisiasi tersebut sekaligus mendukung upaya penguatan digitalisasi ekonomi dan keuangan khususnya sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Pribadi Santoso menyampaikan, BI mendukung penuh upaya digitalisasi pada UMKM pedagang pasar tradisional di Kota Semarang.

Market and Payment Ecosystem yang dinisiasi BRI dan Dinas Perdagangan di Kota Semarang ini merupakan salah satu terobosan digitalisasi yang komplet untuk pedagang pasar tradisional.

Terdapat platform Pasar.id yang memfasilitasi pembelian komoditas pedagang pasar secara online sehingga bisa berbelanja dari mana saja tanpa perlu hadir di pasar.

Baca Juga: Dolar Stabil pada Sekeranjang Mata Uang Lain Jelang Rilis Data Pasar Tenaga Kerja AS

Administrator Pasar.id akan langsung hadir memesan, membayar melalui QRIS, dan mengambil pesanan dari lapak-lapak pedagang sesuai pesanan yang masuk dan pesanan tersebut diserahkan kepada kurir untuk diantar langsung ke pembeli.

"Pedagang juga dimudahkan dalam menginventarisasi barang dagangannya melalui Stroberi Kasir sebuah aplikasi manajemen kasir yang terhubung dengan Pasar.id dan dapat diunduh oleh masing-masing pedagang," imbuhnya.

Fasilitas Stroberi Tagihan, sebuah platform billing management terpadu dimana pedagang dapat mengakses dan membayarkan seluruh tagihannya melalui BRI Virtual Account (BRIVA).

''Pengelola pasar justru dimudahkan dalam menarik retribusi dari para pedagang di Pasar Bulu. Pembayaran dari pembeli ke pedagang pasar juga telah dapat dilakukan melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS),'' imbuhnya.

Baca Juga: RUU HPP Disahkan Jadi Undang-Undang, Ini Aturan Baru PPh dan PPN

Melalui QRIS, pedagang bisa menerima pembayaran dari seluruh e-wallet serta beberapa mobile banking yang telah menyediakan fitur scan QRIS.

Hal ini dapat memberikan manfaat lebih bagi pedagang karena selain menjadi pilihan cara pembayaran sesuai tren perkembangan teknologi, juga memberikan basis pelanggan yang lebih luas karena tidak terbatas pada satu aplikasi PJSP saja. Selain dapat digunakan oleh pelanggan domestik, QRIS nantinya juga akan dapat dipindai oleh pelanggan turis mancanegara.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Kantor Regional 3 Jawa Tengah dan DIY Indra Yuheri mengatakan, pandemi Covid-19 telah berimbas ke berbagai sektor industri termasuk perubahan perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhan layanan keuangan dari cara konvensional ke digital.

Layanan digital banking selama pandemi juga meningkat, di antaranya transaksi cardless yang naik 15 persen, top up uang elektronik (flazz, emoney, dll) meningkat 21 persen, pembayaran akun virtual meningkat 50 persen, transfer uang naik 78 persen dan Top up e-wallet (Dana, OVO, dll) melonjak 81 persem.

"Penggunaan aplikasi belanja online, kesehatan dan pendidikan serta digital payment meningkat luar biasa,'' papar Indra.

OJK berharap keberadaan platform digital di Pasar Tradisional Bulu Kota Semarang bisa menjadi salah satu solusi mengantisipasi dampak pandemik serta meningkatkan tingkat literasi keuangan dan digital di Jawa Tengah.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu menambahkan, pasar digital tradisional di Bulu ini diharapkan bisa memudahkan pembeli mendapatkan barang-barangnya.

"Pedagang nanti bisa terintegrasi dengan pembayaran retribusi dan lainnya. Namun yang terpenting bagaimana kita mengubah mindset pedagang tradisional ini dan edukasi harus terus dilakukan," kata Hevearita.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X