RUU HPP Disahkan Jadi Undang-Undang, Ini Aturan Baru PPh dan PPN

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Pelayanan pajak di KPP Pratama Sukoharjo. (Humas Kemenkeu)
Pelayanan pajak di KPP Pratama Sukoharjo. (Humas Kemenkeu)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Rancangan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (RUU HPP) resmi disepakati Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi Undang-Undang dalam Sidang Paripurna, Kamis, 7 Oktober 2021.

Dengan pengesahan RUU HPP ini, lapisan penghasilan orang pribadi (bracket) yang dikenai tarif pajak penghasilan (PPh) terendah 5 persen dinaikkan menjadi Rp 60 juta dari sebelumnya Rp 50 juta, sedangkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) tetap.

Kenaikan batas lapisan (layer) tarif terendah ini memberikan manfaat kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah untuk membayar pajak lebih rendah dari sebelumnya.

Di sisi lain, pemerintah mengubah tarif dan menambah lapisan (layer) PPh orang pribadi sebesar 35 persen untuk penghasilan kena pajak di atas Rp 5 miliar.

Baca Juga: Mutasi Jabatan Dinilai Janggal, Komisi I DPRD Purworejo Panggil BKD dan Asisten

Perubahan-perubahan ini ditekankan untuk meningkatkan keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat berpenghasilan menengah dan rendah, termasuk pengusaha UMKM orang pribadi maupun UMKM badan, dan bagi orang pribadi yang lebih mampu harus membayar pajak lebih besar.

RUU HPP juga menetapkan tarif PPh Badan sebesar 22 persen untuk tahun pajak 2022 dan seterusnya, sejalan dengan tren perpajakan global yang mulai menaikkan penerimaan dari PPh dengan tetap dapat menjaga iklim investasi.

Tarif ini lebih rendah dibandingkan dengan tarif PPh Badan rata-rata negara ASEAN (22,17 persen), negara-negara OECD (22,81 persen), negara-negara Amerika (27,16 persen), dan negara-negara G20 (24,17 persen).

Lebih lanjut, RUU HPP juga mengatur perluasan basis Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan melakukan pengurangan pengecualian dan fasilitas PPN.

Baca Juga: Investor Pasar Modal Jateng Bertumbuh Signifikan, Sisi Keaktifan Terkatrol

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program BI Religi Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 3 Desember 2021 | 08:12 WIB
X