Pemerintah Kerja Sama dengan Seluruh Stakeholder untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 01:38 WIB
suaramerdeka.com /ekon.go.id.
suaramerdeka.com /ekon.go.id.

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil tumbuh sebesar 7,07% (yoy) di Triwulan II-2021, setelah turun cukup dalam pada periode sama tahun lalu..

Perbaikan permintaan domestik telah membuat seluruh sektor usaha mengalami pertumbuhan positif di Triwulan II-2021.

Pemulihan terjadi di berbagai sektor utama, seperti industri pengolahan, perdagangan, serta transportasi dan pergudangan juga mendorong aktivitas ekonomi lainnya di Indonesia.

Baca Juga: Penjalin Rotan Kiai Imam Sarang

“Hal ini telah memberikan optimisme kepada seluruh pelaku ekonomi. Memasuki Triwulan III-2021, Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi yang diharapkan dapat meminimalisir dampak pengetatan pembatasan mobilitas yang dijalankan pada Juli-Agustus 2021,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Forum Dialog Sinar Mas – Economic Outlook 2022 bertema “Sinergi Korporasi dan Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual, Rabu, 6 Oktober 2021.

Menko Airlangga menjelaskan, beberapa faktor pendorong perbaikan kinerja perdagangan luar negeri di antaranya yaitu pulihnya ekonomi negara mitra dagang Indonesia dan super cycle tren kenaikan harga komoditas internasional seperti minyak mentah, batu bara, dan minyak sawit, crumb rubber, gold dan lainnya.

Selain itu, kondisi nilai tukar relatif stabil dan cadangan devisa yang mencapai US$144,8 miliar pada akhir Agustus 2021.

Melihat hal tersebut, perekonomian nasional diharapkan dapat kembali tumbuh ekspansif pada Kuartal IV-2021 serta ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh di kisaran 3,7%-4,5% di 2021 dan 5,2% di 2022.

Baca Juga: Bekal Mantap dan Disiplin Jelang 2024, PDI Perjuangan Ingin 30 Persen Kemenangan Terengkuh

Di sisi lain, pemulihan ekonomi nasional juga didukung reformasi struktural dan simplifikasi regulasi melalui UU Cipta Kerja yang sudah mulai diimplementasikan. Salah satunya melalui sistem perizinan berbasis risiko (OSS-RBA) yang telah diluncurkan pada tanggal 9 Agustus 2021.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X