Pengrajin Batik Girilayu Dibekali Pelatihan, 'Diopeni' agar Tidak Layu

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 17:06 WIB
Pelatihan Diversifikasi Produk Turunan Batik di Balai Desa Girilalyu, Matesih, Karanganyar, Selasa 5 Oktober 2021 (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
Pelatihan Diversifikasi Produk Turunan Batik di Balai Desa Girilalyu, Matesih, Karanganyar, Selasa 5 Oktober 2021 (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

"Kalau tidak punya frekwensi tidak punya niat, mau diganti bateri mau distrum dengan apa pun tidak akan jalan. Makanya, menjaga niat itu penting bagi ibu-ibu, dan tugas kita, bapak bupati wakil bupati, pak camat, dan pak kades adalah memberi semangat."

Joko menilai, pelatihan dengan topik “Diversifikasi Produk Turunan Batik" yang diikuti 61 pengrajin batik itu sangat penting. Apalagi untuk mengisi showroom yang sebentar lagi akan dibuka.

"Sehingga nanti, orang yang berwisata ke sini, tidak hanya belanja baju batik, kain batik, apa sarung batik, tapi ada tas batik, dan kerajinan batik," pungkas Joko.

Sehari sebelumnya, Senin 4 Oktober 2021, Pemkab Karanganyar mengggelar Forum Grup Diskusi (FGD) "Strategi Peningkatan Daya saing UMKM Batik berbasis Green Enterpreneurship Menghadapi Industri 4.0" di Hotel Alana. Hadir dalam acara itu Kepala Disperindagkop Martadi, akademisi dari Uniba Suarakarta dan UNY, LP3M serta pelaku UMKM Batik Girilayu.

“Batik tulis Girilayu telah menjadi ikon Kabupaten Karanganyar. Ini harus terus dikembangkan lagi sehingga produk batik di Desa Girilayu memiliki daya saing dibanding daerah lain,” kata Martadi.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SMN dan ICSB Semarang Berkolaborasi Bangkitkan UMKM

Kamis, 23 Desember 2021 | 06:30 WIB
X