Kemunduran Imbal Hasil Obligasi Membuat Harga Emas Sedikit Menguat

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 08:24 WIB
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)
Emas murni. (Linda Hamilton - Pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Di tengah kemunduran dalam imbal hasil obligasi pemerintah, harga emas sedikit menguat dalam perdagangan yang ketat pada akhir transaksi Rabu (Kamis pagi WIB).

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, merangkak naik 0,9 dolar AS atau 0,05 persen, menjadi ditutup pada 1.761,80 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, emas berjangka merosot 6,7 dolar AS atau 0,38 persen menjadi 1.760,90 dolar AS, usai terangkat 9,2 dolar AS atau 0,52 persen menjadi 1.776,60 dolar AS.

"Emas telah mengambil kursi belakang untuk aset aman lainnya, dan banyak bergantung pada data penggajian non-pertanian AS, dengan logam kemungkinan akan bergerak menyamping sampai saat itu," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Baca Juga: Jangan Iri, Shenina Cinnamon Foto Bareng Song Joong Ki di BIFF

Dolar yang lebih kuat sebelumnya membatasi kenaikan logam safe-haven, dengan para investor menunggu data pasar tenaga kerja AS yang akan dirilis akhir pekan ini.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun mundur setelah mencapai level tertinggi lebih dari tiga bulan, tetapi tetap di atas 1,5 persen.

Emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, dan membatasi kenaikan lebih lanjut, usai mengambil isyarat dari lonjakan harga-harga energi yang dapat memacu inflasi dan kenaikan suku bunga, dolar AS menguat.

Emas berada di bawah tekanan tambahan karena Automated Data Processing Inc. melaporkan pada Rabu, 6 Oktober 2021 bahwa pekerjaan sektor swasta meningkat 568.000 pada September, lebih baik dari yang diharapkan.

Baca Juga: Kali Pertama, Pendidikan Kesetaraan di Semarang Adaptasi Kurikulum 13

Untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 7,6 sen atau 0,34 persen, menjadi ditutup pada 22,532 dolar AS per ounce.

Kemudian, platinum untuk pengiriman Januari naik 17,4 dolar AS atau 1,81 persen menjadi ditutup pada 977,2 dolar AS per ounce.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X