Banyak PHK, Pengajuan Klaim JHT Menumpuk

Teguh Wirawan
- Kamis, 28 Mei 2020 | 00:28 WIB
SM/Dok : AJUKAN KLAIM :Seorang pekerja ter-PHK tengah mengajukan klaim JHT di kantor cabang BPJamsostek Solo, baru-baru ini.(60)
SM/Dok : AJUKAN KLAIM :Seorang pekerja ter-PHK tengah mengajukan klaim JHT di kantor cabang BPJamsostek Solo, baru-baru ini.(60)

SOLO, suaramerdeka.com - Pengajuan klaim JHT di Soloraya melalui lapak asik terus meningkat seiring dengan gelombang PHK. Dari Januari hingga akhir Mei 2020, BPJamsostek Cabang Surakarta menerima 11.215 pengajuan klaim JHT. ”Dan kami membayar klaim senilai Rp 107,2 miliar,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek Kantor Cabang Surakarta, Rudy Yunarto, Rabu (27/5). Menurut dia, BPJamsostek Cabang Surakarta terus meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan pengajuan klaim, khususnya klaim jaminan hari tua (JHT), sejalan dengan arahan kantor pusat.

Dalam rilis yang diterima Suara Merdeka, di hari yang sama, Direktur Pelayanan BP Jamsostek Krishna Syarif mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah berdampak pada perekonomian nasional. Jumlah pekerja yang di-PHK (pemutusan hubungan kerja) diprediksi akan terus meningkat. Peningkatan pekerja yang di PHK secara tidak langsung berimbas pada melonjaknya jumlah klaim JHT di BPJamsostek. Meski demikian, badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja itu siap mengantisipasi lonjakan PHK. ”Kami mengerti kondisi yang dihadapi teman-teaen pekerja yang ter-PHK sebagai dampak pandemi Covid- 19. Kami pastikan BPJamsostek tetap beroperasi normal melayani peserta, melalui metode pelayanan tanpa kontak fisik atau lapak asik, sesuai arahan pemerintah terkait kebijakan social dan physical distancing,” kata dia.

Pihaknya terus melakukan evaluasi untuk melahirkan inovasi agar lapak asik menjadi lebih baik lagi. Salah satu terobosan lain yang digagas untuk menghadapi lonjakan PHK adalah klaim kolektif. Inisiatif ini ditujukan kepada perusahaan dengan skala usaha besar dan menengah yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30 persen pekerjanya karena dampak pandemi. ”Selain itu pihak perusahaan juga harus menjamin validitas data tenaga kerja, sehingga proses klaim dapat dilakukan dengan lebih cepat,” jelasnya.

BPJamsostek juga telah melakukan simplifikasi prosedur lapak asik. Antara lain, verifikasi dengan video call hanya dilakukan pada peserta yang datanya masih diragukan. Dalam upaya meningkatan kapasitas pelayanan di setiap kantor cabang, jumlah personel yang bertugas melakukan verifikasi berkas peserta ditambah, termasuk memobilisasi dari unit kerja nonpelayanan. Pihaknya menjamin, penyempurnaan proses lapak asik tetap mengedepankan kehati-hatian, keamanan data peserta, dan prinsip-prinsip good governance.

Bagi peserta yang mengalami kesulitan mengakses lapak asik secara online, pihaknya telah menyediakan fasilitas lapak asik offline di setiap kantor cabang. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau agar sebisa mungkin para peserta melakukan seluruh proses klaimnya dari rumah, karena jauh lebih praktis dan terhindar dari risiko terpapar virus Covid-19. ”Peserta tidak perlu menggunakan jasa pihak ketiga atau calo yang berpotensi mencuri data diri peserta,” ujarnya.

Editor: Teguh Wirawan

Terkini

X