Di Sleman, Harga Gula Pasir dan Bawang Merah Stabil Tinggi

- Sabtu, 2 Mei 2020 | 10:45 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Harga kebutuhan pokok di Sleman selama sepekan awal ramadhan relatif stabil. Beberapa komoditi seperti bawang merah dan gula pasir, harganya tetap di kisaran tinggi.

Sampai dengan awal Mei ini, harga bawang merah masih di level Rp 44.000-Rp 45.000/kg sedangkan gula pasir Rp 17.000/kg. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Mae Rusmi mengatakan, bawang merah menunjukkan kenaikan harga yang cukup konsisten di bulan April lalu. 

Setiap pekan, harganya meningkat rata-rata 2-4 persen. "Kenaikan ini dipicu terbatasnya suplai. Penyebabnya selain penurunan hasil panen, juga karena sulitnya distribusi akibat pandemi Covid-19," terang Mae kepada Suara Merdeka.

Sementara untuk komoditi gula pasir, meski harga berangsur turun namun selisihnya hanya sedikit. Pada pekan pertama April, harganya ada di level Rp 18.000/kg kemudian berangsur turun 0,68 persen di minggu kedua dan 2,54 persen pada periode minggu berikutnya.

Lonjakan harga gula sudah terjadi sejak Februari silam dari normalnya kisaran Rp 12.000-Rp 12.500/kg. Untuk menekan kenaikan harga gula pasir, Pemkab Sleman bekerjasama dengan Bulog DIY, dan PT Madubaru telah mengadakan operasi pasar.

Pada tahap pertama digelontorkan 1,5 ton gula pasir kemudian tahap kedua sebanyak 2 ton. "Sementara, untuk tahap awal ini sasaran kami adalah masyarakat kecamatan di daerah pinggiran. Harapannya, bisa mengatasi tingginya harga gula serta membantu masyarakat yang terdampak Covid-19," ungkap Mae.

Beberapa lokasi kecamatan yang sudah dilaksanakan operasi pasar gula pasir adalah Kecamatan Tempel, Pakem, Minggir, Moyudan, Turi, dan Seyegan. Rencananya, kegiatan operasi pasar ini akan brlanjut hingga harga gula pasir stabil di pasaran.

Camat Minggir, Setiharno mengatakan, warganya menyambut baik pelaksanaan operasi pasar di bulan ramadhan ini. Wabah Covid-19 tidak menjadi kendala. Masyarakat yang datang ke kegiatan operasi pasar diharuskan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang telah disediakan di kantor kecamatan.  "Warga juga wajib mengenakan masker. Bagi yang tidak, kami berikan masker secara gratis," tukasnya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Kelompok UKM di Sleman Didorong Bentuk Koperasi

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:01 WIB

Hendi Dukung UMKM Naik Kelas Lewat Desain Kemasan

Senin, 25 Oktober 2021 | 17:47 WIB
X