Harga Emas Berakhir Sedikit Lebih Tinggi Usai Dolar Melemah dan Kekhawatiran Kenaikan Inflasi

- Sabtu, 2 Oktober 2021 | 08:24 WIB
ilustrasi emas. (pixabay)
ilustrasi emas. (pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com - Pelemahan dolar dan kekhawatiran kenaikan inflasi membuat harga emas sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB).

Kenaikan harga emas juga ditopang risiko terhadap pertumbuhan, melawan spekulasi kenaikan suku bunga Fed lebih awal dari perkiraan.

Untuk pengiriman Desember, kontrak emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, naik moderat 1,4 dolar AS atau 0,08 persen, menjadi ditutup pada 1.758,40 dolar AS per ounce.

Harga emas, pada minggu ini, berhasil menguat 0,4 persen, meskipun sempat melonjak 1,98 persen pada Kamis (30/9) emas mencatat kerugian tajam 3,4 persen untuk September.

Baca Juga: Tegal Ekspres dan Maharani Dilikuidasi, KA Airlangga Jadi Pengganti

Sehari sebelumnya, Kamis 30 September 2021, emas berjangka melambung 34,1 dolar AS atau 1,98 persen menjadi 1.757 dolar AS, setelah merosot 14,6 dolar AS atau 0,84 persen menjadi 1.722,90 dolar AS pada Rabu 29 September 2021.​​​

Penurunan dolar dan imbal hasil obligasi yang lebih rendah mendukung emas, sementara para investor memposisikan ulang investasi mereka untuk kuartal keempat, kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Jatuhnya saham Eropa dan Asia jatuh di tengah kekhawatiran tentang inflasi dan kemungkinan perlambatan pertumbuhan membantu menaikkan daya tarik emas.

"Siapa pun yang mencoba meyakinkan pelaku pasar bahwa inflasi tidak ada di sini, itu permainan bodoh," kata analis Saxo Bank Ole Hansen.

Baca Juga: MPL ID Season 8: Aura Fire Buat Peluang Alter Ego ke Upper Bracket Makin Tipis

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X